Sebagaimana diwartakan oleh RRI.co.id, Pemerintah Kota Denpasar menunjukkan aksi nyata kepedulian antarsesama dengan menyalurkan bantuan senilai Rp700 juta untuk para korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan kemanusiaan tersebut terbagi atas Rp550 juta dana tunai serta Rp150 juta dalam bentuk paket sembako.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, dana bantuan tersebut berhasil dikumpulkan melalui gerakan gotong royong yang melibatkan pemerintah daerah, aparatur sipil negara di bawah wadah Korpri, hingga program tanggung jawab sosial perusahaan dari Perumda Kota Denpasar.
Pemberangkatan bantuan secara resmi dilepas dari Makorem 163/Wira Satya, yang turut dihadiri langsung oleh Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeWali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengungkapkan rasa duka cita yang mendalam serta keprihatinan atas musibah gempa yang menimpa warga di NTT. "Atas nama Pemerintah Kota Denpasar dan seluruh masyarakat, kami turut berduka cita dan prihatin atas musibah gempa di NTT, semoga bantuan ini dapat meringankan beban para korban," ujar Jaya Negara.
Ia menambahkan bahwa pengiriman bantuan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa Kota Denpasar selalu hadir untuk membantu sesama dalam situasi duka, berlandaskan pada semangat kebersamaan Vasudhaiva Kutumbakam.
Langkah cepat pemerintah daerah di Bali ini mendapat apresiasi tinggi dari Gubernur Bali I Wayan Koster, yang menyampaikan terima kasih kepada para kepala daerah atas inisiatif sigap mereka dalam menghimpun bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak bencana.
Sementara itu, Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra menegaskan komitmen pihak TNI untuk mengawal penuh proses distribusi agar bantuan dapat sampai secara tepat sasaran ke wilayah terdampak.
Mengutip keterangan resmi, seluruh armada pengangkut bantuan yang terdiri dari sembilan truk diberangkatkan menuju Labuan Bajo sebagai titik konsolidasi utama sebelum didistribusikan langsung ke daerah-daerah yang membutuhkan di wilayah NTT.