Saham Tesla, Nvidia, dan Apple masih menjadi instrumen paling aktif diperdagangkan di bursa global dengan valuasi tinggi. Sentimen mayoritas pelaku pasar saat ini cenderung bullish terhadap ketiga emiten teknologi raksasa tersebut.
Nvidia tetap memegang takhta sebagai pemimpin pasar cip kecerdasan buatan atau AI setelah membukukan penjualan silikon pusat data senilai 89 miliar dolar Amerika Serikat pada kuartal lalu. Lonjakan tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 117% secara tahunan.
Kendati demikian, dominasi Nvidia mulai mendapat tantangan dari alternatif cip lain seperti prosesor Tensor milik Alphabet serta cip Graviton buatan Amazon. Persaingan ketat ini berpotensi menggerus pangsa pasar cip grafis berkinerja tinggi yang selama ini dikuasai Nvidia.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDi sisi lain, saham Tesla masih menarik perhatian publik berkat pengembangan robot humanoid bernama Optimus yang digadang-gadang CEO Elon Musk menjadi produk terbesar perusahaan. Walaupun demikian, pergerakan saham Tesla mengalami koreksi hampir 30% dari puncak tertingginya pada Desember lalu.
Tantangan Baru Apple dan Pandangan Kontrarian Pasar
Saham Apple turut masuk dalam daftar aset teraktif setelah mencatatkan reli pengeluaran impresif sejak akhir tahun 2022. Pendapatan dari lini iPhone melonjak 22% pada kuartal yang berakhir pada bulan Juni lalu seiring peningkatan fitur asisten digital Siri.
Meskipun permintaan konsumen terhadap produk iPhone menunjukkan pemulihan positif, valuasi saham Apple dinilai sudah mendekati target konsensus analis sebesar 333,10 dolar Amerika Serikat. Perusahaan kini juga dipimpin oleh CEO baru John Ternus setelah era kepemimpinan sebelumnya.
Keunggulan kompetitif Apple menghadapi tekanan karena integrasi teknologi eksternal seperti penggunaan Google Gemini dan OpenAI ChatGPT pada perangkat iOS. Hal tersebut mengindikasikan bahwa dinding pembatas eksklusivitas produk Apple mulai perlahan memudar.
Pandangan contrarian terhadap ketiga saham teknologi tersebut mencerminkan sikap hati-hati di tengah ekspektasi pasar yang terlampau tinggi. Investor dianjurkan mencermati potensi risiko koreksi apabila pertumbuhan emiten gagal memenuhi target valuasi yang dipatok.