Maskapai penerbangan bertarif rendah asal Irlandia, Ryanair, mengambil langkah drastis dengan memangkas sekitar 10 ribu jadwal penerbangan musim dingin mendatang. Berdasarkan laporan media, keputusan ini diambil di tengah lonjakan harga bahan bakar jet yang melonjak drastis hingga 80 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Mengutip laporan media, meskipun mencatatkan rekor dengan mengangkut 22,2 juta penumpang pada bulan Agustus lalu, pihak manajemen memilih untuk menurunkan target tahunan mereka. Langkah efisiensi ini dilakukan guna mengantisipasi kerugian operasional selama periode musim dingin yang biasanya sepi penumpang.
Sebagaimana diwartakan, pemotongan frekuensi penerbangan tersebut akan difokuskan pada sejumlah rute di berbagai bandara utama di Eropa termasuk Italia yang dinilai kurang menguntungkan. Kebijakan ini juga dibarengi dengan peringatan keras mengenai potensi lonjakan harga tiket bagi para pelancong dalam waktu dekat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePara analis penerbangan menilai bahwa tingginya biaya energi membuat sejumlah maskapai kesulitan untuk mempertahankan kapasitas penawaran mereka di pasaran. Tanpa adanya proteksi lindung nilai keuangan yang memadai, maskapai terpaksa harus memilih antara menaikkan tarif atau memangkas rute secara signifikan.