Tata Surya kita terus mengalami perubahan dan evolusi dinamis seiring berjalannya waktu jutaan tahun. Jane Green menjelaskan bahwa semua objek langit suatu saat akan mengalami akhir, termasuk Matahari yang memiliki persediaan bahan bakar terbatas serta planet-planet di sekitarnya.
Meskipun sebagian besar peristiwa katastropik tersebut tidak akan terjadi dalam rentang masa hidup manusia, potensi ancaman kehancuran tetap ada. Ada empat skenario utama bagaimana Tata Surya dapat memicu kehancuran bagi planet Bumi dalam skala waktu kosmik.
Ancaman pertama berasal dari hantaman asteroid kosmik yang bukan lagi cerita fiksi ilmiah. Batuan antariksa berukuran besar secara konstan melintas dekat planet kita dengan kecepatan tinggi, seperti asteroid Chicxulub berukuran 150 km yang memusnahkan dinosaurus 66 juta tahun lalu.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeAncaman kedua adalah ketidakstabilan orbit planet dalam jangka panjang akibat tarikan gravitasi Jupiter. Simulasi astronom menunjukkan bahwa dalam 40 juta tahun ke depan, perubahan orbit planet dapat memicu tabrakan katastropik antara Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.
Dampak Mematikan Evolusi Matahari dan Tata Surya
Ancaman ketiga berkaitan dengan pergerakan Bulan yang perlahan menjauhi Bumi sejauh 3,8 sentimeter setiap tahunnya. Fenomena ini berisiko mengubah kestabilan kemiringan sumbu Bumi yang berfungsi menjaga siklus musim dan arus laut global.
Ancaman terakhir dan yang paling mutlak adalah kematian Matahari sekitar 5 miliar tahun dari sekarang kehabisan bahan bakar hidrogen. Bintang pusat kita akan membengkak menjadi raksasa merah yang melahap planet-planet bagian dalam dan meradiasi permukaan Bumi hingga tak layak huni.
Ketika Matahari kehabisan hidrogen pada 5 miliar tahun mendatang, fusi nuklir akan melambat dan memicu pemanasan ekstrem. Gas terluar bintang tersebut akan membesar dan menelan Merkurius serta Venus secara langsung.
Bahkan jika Bumi secara ajaib berhasil lolos dari terjangan langsung, permukaan dan atmosfer planet kita dipastikan akan meleleh oleh radiasi intens. Suhu panas yang ekstrem akan melenyapkan seluruh ekosistem dan lautan yang ada.
Saat Matahari kehilangan sekitar setengah dari massa totalnya menjelang akhir hayat, cengkeraman gravitasinya kepada planet-planet lain akan melemah. Orbit planet terluar akan bergeser menjauh dan meluas hingga dua kali lipat jaraknya saat ini.
Satu-satunya wilayah yang diprediksi masih menawarkan kelayakan huni di masa tersebut adalah Titan, satelit alami milik Saturnus. Atmosfer tebal dan lautan amonia di Titan berpotensi mempertahankan kehidupan selama ratusan juta tahun berikutnya.