Pembentukan bintang di alam semesta mengalami penurunan drastis dibandingkan miliaran tahun lalu, namun fenomena ini tidak disebabkan oleh kehabisan bahan bakar kosmik. Berdasarkan studi terbaru yang dipublikasikan dalam Nature Astronomy pada Selasa, jumlah cadangan gas hidrogen netral di galaksi hanya berubah sedikit selama 4,5 miliar tahun terakhir.
Sekitar 4,5 miliar tahun lalu, bintang terbentuk dengan kecepatan sekitar 2,5 kali lipat dari laju saat ini. Pada masa tersebut, kepadatan gas hidrogen netral atau HI tercatat hanya sekitar 1,4 kali lebih tinggi daripada kondisi sekarang.
Para ilmuwan sebelumnya menduga penurunan produksi bintang di ruang angkasa diakibatkan oleh galaksi yang secara bertahap kehabisan pasokan gas pembentuk bintang. Namun, data terbaru menunjukkan bahwa persoalan utamanya bukan terletak pada ketersediaan cadangan gas mentah tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeTim peneliti menggabungkan observasi dari teleskop FAST di China serta instrumen DESI di Arizona untuk menganalisis sekitar 2,5 juta galaksi yang mencakup hampir sepertiga bagian langit.
Misteri Hilangnya Efisiensi Konversi Gas Hidrogen Menjadi Bintang
Hasil analisis menunjukkan penurunan jumlah hidrogen netral jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan penurunan laju pembentukan bintang di ruang angkasa. Temuan ini mengarahkan para periset pada pertanyaan baru mengenai alasan gas hidrogen tersebut gagal berubah menjadi bintang.
Para peneliti menduga mekanisme pergerakan gas di dalam galaksi mengalami perubahan sehingga konversi hidrogen netral menjadi hidrogen molekuler berjalan kurang efisien. Menipisnya pasokan gas dari jaring kosmik membuat gas menjadi kurang padat dan lebih lambat diubah menjadi fase molekuler.
Kondisi tersebut memungkinkan alam semesta untuk mempertahankan pasokan hidrogen netral yang relatif stabil sementara gas molekuler yang langsung memberi makan bintang terus berkurang.
Studi ini belum dapat memastikan penyebab pasti menurunnya efisiensi pembentukan bintang di alam semesta. Kendati demikian, riset tersebut membuktikan bahwa kekurangan pasokan gas hidrogen netral bukanlah satu-satunya alasan di balik merosotnya kelahiran bintang baru.