Sebagaimana diwartakan oleh media BFMTV, sandal dan alas kaki terbuka telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari momen liburan di pantai serta aktivitas santai di musim panas.
Berdasarkan laporan sejarah, jejak awal penggunaan sandal dapat ditelusuri hingga zaman Mesir Kuno di masa pemerintahan para pharaon, di mana alas kaki ini berfungsi utama untuk melindungi kaki dari kasarnya permukaan tanah.
Dalam mitologi Yunani, sandal juga memuat makna simbolis yang mendalam, seperti kisah dewa Hermes yang digambarkan mengenakan sandal bersayap sebagai lambang penhubung antara dunia manusia dan dewa.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSeiring berjalannya waktu, model alas kaki ini terus mengalami perkembangan bentuk dan fungsi, mulai dari model spartiate berkat lani dan espadrilles tradisional berbahan serat nabati di wilayah Eropa.
Memasuki era modern abad ke-20, revolusi industri membawa perubahan besar dengan diperkenalkannya material plastik dan karet yang melahirkan ikon-ikon populer seperti sandal jepit dan sandal Méduse.
Mengutip keterangan para ahli sejarah dan sosiolog, popularitas alas kaki terbuka kian meroket seiring berkembangnya pariwisata pantai serta aktivitas rekreasi luar ruangan di berbagai belahan dunia.
Kini, sandal pantai tidak lagi sekadar fungsional untuk berjalan di atas pasir, melainkan telah bertransformasi menjadi bagian penting dari tren mode global yang digemari banyak kalangan.