Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Kontroversi Kapal Induk AS, Donald...
INTERNASIONAL

Kontroversi Kapal Induk AS, Donald Trump Gantikan Pahlawan Perang

By Dewi Lestari 1 min read 21 Agustus 2026
Kontroversi rencana perubahan nama kapal induk AS untuk Donald Trump

Kontroversi rencana perubahan nama kapal induk AS untuk Donald Trump

Sebagaimana diwartakan oleh media internasional, Marilihan atau Angkatan Laut Amerika Serikat tengah menghadapi perdebatan internal terkait penamaan kapal induk terbaru yang sedang dalam proses pembangunan.

Berdasarkan laporan yang dihimpun, kapal induk kelas Ford tersebut awalnya diumumkan pada masa jabatan pertama Donald Trump dengan nama USS Doris Miller, sebagai bentuk penghormatan kepada seorang marinir Afrika-Amerika yang menunjukkan aksi heroik saat serangan Pearl Harbor.

Namun, menurut informasi dari sejumlah sumber internal, terdapat pembahasan untuk mengubah nama kapal tersebut agar mendedikasikannya secara langsung kepada Trump, sebuah langkah yang dinilai belum pernah terjadi sebelumnya untuk kapal induk yang dinamai dari seorang presiden yang sedang menjabat.

Sebagai gantinya, pihak Angkatan Laut dikabarkan berencana menyematkan nama Doris Miller pada kapal perang jenis lain, serta merekomendasikan penganugerahan Medal of Honor, tanda kehormatan tertinggi atas keberanian militer, kepada sang pahlawan perang tersebut.

Di sisi lain, keluarga besar Doris Miller menyatakan belum menerima pemberitahuan resmi terkait wacana perubahan nama tersebut, meski menyambut positif upaya lanjutan untuk memberikan penghargaan tertinggi bagi leluhur mereka.

Hingga kini, pihak Departemen Pertahanan Amerika Serikat dan jajaran terkait masih enggan memberikan keterangan resmi lebih lanjut, sementara proses pembangunan dan persiapan upacara penamaan kapal terus berjalan di bawah pengawasan ketat.

Topics
amerika serikat donald trump militer internasional kapal induk sejarah
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.