Transisi besar Google Assistant menuju platform kecerdasan buatan Gemini resmi bergulir lewat peluncuran kampanye iklan terbaru bertajuk "Look What You Can Do". Perusahaan teknologi raksasa tersebut mendemonstrasikan bagaimana aplikasi berbasis kecerdasan buatan mampu membantu pengguna menghemat waktu dengan cara merampingkan serta mengotomatisasi tugas harian.
Berdasarkan laporan MediaPost, kampanye ini menampilkan empat video iklan perdana yang dibintangi oleh para kreator konten guna memamerkan inspirasi penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa adegan memperlihatkan trik praktis seperti memotret lembar harga diler mobil demi mendapatkan penawaran terbaik atau meriset daftar apartemen ke dalam dokumen digital.
Kampanye pemasaran tersebut disutradarai oleh Mike Warzin di bawah naungan rumah produksi Arts & Sciences serta digarap langsung oleh Google Creative Lab. Iklan visual ini dijadwalkan mengudara secara luas melalui siaran televisi nasional, platform digital, hingga media luar ruang di berbagai titik strategis.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeLangkah strategis Google ini berjalan beriringan dengan penghentian operasional Google Assistant pada perangkat Android mulai September 2026 demi mengalihkan fokus penuh ke Gemini. Aswin Jagadeesh selaku produk ekspert Google menyatakan bahwa pergeseran ini menandai babak baru arsitektur digital dari sistem mikro-tugas menuju kapabilitas multibahasa yang interaktif.
"Google secara resmi bertransisi dari arsitektur mikro-tugas deterministik milik Google Assistant menuju kapabilitas percakapan multimodal dari Google Gemini," tulis Jagadeesh dalam laman resmi dukungan pelanggan. Dari analisis Kabayan News, kehadiran sistem agen cerdas Gemini Spark ke depan diproyeksikan mampu memahami konteks pengguna secara otomatis tanpa memerlukan frasa panggilan khusus.