Sebagaimana diwartakan, dua menteri Kabinet Merah Putih sempat mencuri perhatian setelah masuk dalam jajaran penjaringan bakal calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031 pada ajang Muktamar Ke-35 NU.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, kedua menteri tersebut adalah Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) RI Nusron Wahid serta Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul.
Dalam tabulasi usulan awal, nama Nusron bahkan berhasil menempati posisi lima besar dengan perolehan 207 suara, sementara Gus Ipul berada di urutan ketujuh dengan mengantongi 174 suara.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Saya mengucapkan maturnuwun sanget kepada cabang dan wilayah yang mungkin dengan lucu-lucuan, iseng-iseng berhadiah menulis dan mengusulkan nama saya," ujar Nusron saat memberikan keterangan kepada awak media di lokasi muktamar, sebagaimana dikutip dari laporan berita.
Meski mendulang dukungan suara yang cukup signifikan, Nusron secara tegas menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki niat untuk maju lantaran menyadari posisinya sebagai seorang pejabat politik.
"Karena saya sadar saya memang pejabat politik dan saya memang basically-nya ada di situ, sehingga untuk disodorkan kepada Maqamul Maqam Ahlul Halli wal Aqdi memang itu bukan kapasitas dan bukan maqam saya," ungkap Nusron menjelaskan.
Sementara itu, Gus Ipul yang juga bertindak sebagai Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU turut berpesan agar seluruh kandidat yang bertarung tetap menjaga persatuan dan bersama-sama meneruskan perjuangan para pendiri organisasi.