Sebagaimana diwartakan oleh media, burung kākāpō atau yang dikenal sebagai burung beo malam asal Selandia Baru kini mencatatkan rekor populasi yang menumbuhkan harapan besar bagi dunia konservasi. Spesies unik yang sempat menjadi sorotan global lewat aksi lucu di dokumenter BBC tersebut kini mencatatkan jumlah individu sebanyak 325 ekor.
Mengutip laporan dari Kementerian Konservasi Selandia Baru atau DOC, pencapaian ini merupakan rekor tertinggi dalam rentang waktu 75 tahun terakhir. Pada titik terendahnya di tahun 1995, populasi burung herbivora yang tidak bisa terbang ini anjlok drastis hingga tersisa 51 ekor saja, dengan rincian betina yang hanya berjumlah 20 ekor.
Berbagai upaya penyelamatan intensif telah dikerahkan selama tiga dekade terakhir melalui program Kākāpō Recovery Programme. Tim konservasi menggunakan teknologi mutakhir seperti penggunaan drone untuk pengiriman sperma, penetasan buatan, hingga pemasangan cip identifikasi demi menjaga kelangsungan hidup spesies langka tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeHasil dari kerja keras tersebut terbukti membuahkan hasil manis dengan lahirnya puluhan anak burung yang berhasil bertahan hidup hingga usia layak. Keberhasilan reproduksi alami ini didorong oleh ketersediaan buah pohon rimu yang menjadi sumber makanan utama mereka di habitat aslinya.
Kepala operasi konservasi Deidre Vercoe menyampaikan kepada Radio NZ bahwa peningkatan populasi ini menandakan kemajuan positif menuju kemandirian habitat alami mereka. Pemerintah Selandia Baru kini tengah merancang rencana besar untuk memperluas area suaka agar satwa endemik tersebut dapat kembali hidup bebas di pulau utama.