Militer Rusia dilaporkan menggelar uji coba penembakan rudal anti-kapal dari sebuah pulau sengketa yang juga diklaim oleh Jepang. Berdasarkan laporan media internasional The Independent, aksi militer ini dilakukan hanya berselang sepekan setelah kunjungan Presiden Vladimir Putin yang memicu amarah besar di Tokyo.
Armada Pasifik Rusia menyatakan bahwa unit yang dilengkapi sistem rudal pesisir Bastion di pulau Etorofu mensimulasikan serangan terhadap kapal perang musuh dan sukses mengenai seluruh target. Latihan militer skala besar tersebut turut melibatkan kapal penjelajah berpeluru kendali serta kapal selam bertenaga nuklir.
Menanggapi eskalasi tersebut, Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi, melayangkan protes keras dan menegaskan bahwa negaranya tidak dapat menoleransi langkah penguatan militer di wilayah sengketa. "Kami tidak dapat menoleransi moves to strengthen military power on the Four Northern Islands karena bertentangan dengan pendirian negara kami," ujarnya sebagaimana dikutip dari laporan The Independent.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKunjungan Vladimir Putin ke pulau tersebut pada pertengahan Agustus lalu mencatat sejarah sebagai kunjungan pertama seorang presiden Rusia ke kepulauan sengketa yang dinamai Kuril oleh Moskow dan Wilayah Utara oleh Tokyo. Sebagaimana diberitakan, sengketa teritorial atas pulau-pulau yang terletak di lepas pantai Hokkaido ini telah berlangsung sejak Perang Dunia Kedua dan membuat kedua negara belum meneken perjanjian damai resmi.
Hubungan bilateral Moskow dan Tokyo sendiri telah merosot tajam sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, di mana Jepang bergabung dengan negara-negara G7 untuk menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Rusia. Latihan militer terbaru ini dipastikan semakin memperkeruh tensi geopolitik di kawasan Asia Timur.