Biaya pakan yang melambung tinggi hingga mencapai 70 persen dari total pengeluaran kerap menjadi batu sandungan utama bagi para pelaku budidaya ikan. Beban berat tersebut menginisiasi kelompok mahasiswa untuk bergerak memberikan solusi nyata di tengah masyarakat.
Mengutip laporan media lokal, Kelompok KKN 52 Kolaborasi Universitas Mulawarman dan Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur yang tergabung dalam Amerta Mahakam mengenalkan maggot Black Soldier Fly sebagai pakan alternatif. Program sosialisasi ini digelar di Desa Sungai Mariam, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Dalam pemaparannya, akademisi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman, Prof. Dr. Esti Handayani Hardi, S.Pi., M.Si., menjelaskan bahwa limbah rumah tangga dapat diolah menjadi media budidaya maggot yang bernilai guna tinggi. "Pemanfaatan limbah organik untuk budidaya ikan ini mencakup pakan, pupuk, hingga probiotik," ujarnya sebagaimana diwartakan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain menghasilkan larva yang kaya nutrisi untuk pakan ikan, sisa media budidaya atau kasgot juga dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk tanaman. Melalui uji coba sederhana pencampuran 25 persen maggot ke dalam pakan, pembudidaya diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap pakan pabrikan.
Program ini diharapkan tidak hanya berhenti pada penyuluhan sesaat, melainkan mampu merajut kerja sama berkelanjutan antara pembudidaya, pengelola bank sampah, dan pemerintah desa. Dengan memanfaatkan potensi lokal, pengelolaan sampah dan sektor perikanan kini dapat berjalan beriringan untuk menekan biaya operasional.