Akademisi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Drs. Mahyudin Damis, mengamati dinamika politik lokal di Sulawesi Utara dalam beberapa bulan terakhir. Ia menilai aktivitas kemasyarakatan di daerah tersebut kini lebih banyak didominasi oleh empat partai politik besar, yakni PDI Perjuangan, Golkar, Gerindra, dan NasDem.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Menurut Mahyudin, keempat partai politik tersebut terbilang paling intensif dan relatif lebih sering terlihat melakukan konsolidasi internal organisasi. Tak hanya itu, mereka juga secara gencar berinteraksi langsung dengan warga di berbagai daerah.
"Namun, ini merupakan pengamatan terhadap aktivitas yang tampak di ruang publik, bukan penilaian mutlak terhadap seluruh kegiatan setiap partai," ujar Mahyudin saat memberikan pandangannya.
Ia menjelaskan bahwa tingginya intensitas partai politik dalam turun langsung ke masyarakat menjadi indikator utama untuk mengukur kesehatan kehidupan demokrasi. Partai politik dinilai tidak boleh hanya mendadak aktif saat menjelang pemilu, melainkan harus hadir secara konsisten untuk mendampingi warga lewat berbagai program nyata.
"Hal ini merupakan sinyal positif karena menunjukkan partai mulai menjalankan fungsi sosial dan fungsi politiknya secara lebih nyata," kata pengamat politik tersebut.
Mahyudin menekankan pentingnya keberlanjutan dari kehadiran partai di tengah-tengah rakyat, bukan sekadar agenda seremonial belaka. Dengan konsistensi itu, partai akan meraih berbagai keuntungan politik jangka panjang, seperti tumbuhnya kepercayaan publik, penguatan citra kelembagaan, memperluas basis dukungan, hingga menggerakkan mesin partai sampai ke tingkat akar rumput.
"Keuntungan terbesar bagi partai bukan semata-mata meningkatnya elektabilitas saat pemilu, melainkan tumbuhnya kepercayaan masyarakat. Kepercayaan itulah modal politik yang paling berharga dan tidak bisa dibangun hanya dengan baliho," tutur Mahyudin.
Terakhir, ia mengingatkan bahwa masyarakat di era digital saat ini sudah semakin kritis dalam menilai kinerja dan rekam jejak setiap partai politik. Masyarakat dapat membedakan dengan jelas mana partai yang sungguh-sungguh bekerja secara konsisten dan mana yang hanya datang memanfaatkan suara rakyat jelang pemilu semata.