Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado resmi memulai kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dikemas dalam program Karya Bakti Kolaboratif di wilayah perbatasan Kabupaten Kepulauan Talaud. Program berskala besar ini merupakan kolaborasi strategis antara Unsrat, Kodam XIII/Merdeka, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Talaud yang dijadwalkan berlangsung selama dua bulan ke depan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Pencanangan agenda penting di beranda utara NKRI ini telah dilakukan langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen (Purn) Yulius Selvanus, di Melonguane pada Rabu (15/7/2026). Acara tersebut turut dihadiri oleh Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus, S.I.P, dan Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Yuri Elias Mamahi.
Demi mengawal kesuksesan misi strategis tersebut, Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Berty Sompie, M.Eng, IPU, ASEAN Eng, secara khusus mengutus empat dekan sebagai pimpinan delegasi. Mereka adalah Dekan FISIP Dr. Ferry Daud Liando, Dekan Fapet Dr. Stanley Lombogia, Dekan FEB Dr. Victor Lengkong, dan Dekan MIPA Dr. Gerald Tamuntuan. Selain jajaran dekan, Unsrat juga menerjunkan 17 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Dekan FISIP Unsrat, Dr. Ferry Liando, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas sambutan hangat yang diberikan oleh pemerintah daerah dan masyarakat setempat selama pelaksanaan kegiatan di lapangan.
"Sangat bangga karena pemerintah daerah sangat responsif. Masyarakat juga sangat ramah dan suka bekerja sama. Terima kasih kepada Bapak Rektor atas penugasan ini," ujar Ferry Liando saat memberikan keterangan terkait program pengabdian tersebut.
Dalam aksi nyata perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi ini, sebanyak 50 mahasiswa perwakilan dari berbagai fakultas di Unsrat dikerahkan langsung ke lokasi. Seluruh peserta dibagi dan disebar ke empat kecamatan di wilayah perbatasan, yakni Kecamatan Essang, Rainis, Beo, dan Melonguane.