AKBP Rizka Aprianti resmi mengukir sejarah baru sebagai wanita pertama yang menjabat sebagai Kapolres Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Usai dilantik, dirinya langsung dihadapkan pada tantangan krusial berupa persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap mengancam wilayah hukumnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Prosesi serah terima jabatan (sertijab) ini sebelumnya telah sukses digelar pada Sabtu, 18 Juli 2026 lalu. Dalam jabatan baru tersebut, AKBP Rizka Aprianti menggantikan AKBP Bagus Suryo Wibowo yang kini dipercaya mengemban amanat baru sebagai Wadirres PPA dan PPO Polda Sulsel.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, pencegahan karhutla kini menjadi perhatian serta fokus utama Polres Ogan Ilir. Masyarakat setempat diimbau dengan tegas agar tidak membuka lahan dengan cara membakar guna mengantisipasi dampak bahaya yang meluas.
Menurut AKBP Rizka Aprianti saat memberikan keterangan di Mapolres Ogan Ilir pada Selasa, 21 Juli 2026, pembakaran lahan akan membawa kerugian signifikan bagi banyak pihak. "Tentunya berdampak buruk bagi lingkungan, kesehatan masyarakat, hingga aktivitas perekonomian," ujar Rizka.
Kapolres menegaskan bahwa langkah pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen. Oleh sebab itu, tingkat kesadaran dan partisipasi aktif dari seluruh warga sangat dibutuhkan dalam memelihara dan menjaga kelestarian lingkungan sekitar.
"Kami mengimbau seluruh masyarakat Ogan Ilir, khususnya para petani dan pemilik lahan, agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain melanggar hukum, tindakan tersebut dapat menimbulkan kebakaran yang sulit dikendalikan, terutama saat musim kemarau seperti sekarang ini," ujar Rizka.
Ia turut menjelaskan bahwa peralihan iklim yang memasuki musim kemarau mengakibatkan vegetasi menjadi jauh lebih kering sehingga kobaran api dapat menyebar cepat. Warga diharapkan selalu waspada saat beraktivitas di sekitar kawasan rawan kebakaran.
Dari pantauan redaksi, guna mengoptimalkan pencegahan di lapangan, jajaran Polres Ogan Ilir terus menggiatkan sosialisasi secara masif, patroli rutin di kawasan rawan, serta memperkuat sinergi interinstansi bersama TNI, pemda, BPBD, Manggala Agni, hingga aparat desa.