Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Aksi Damai Warga Krayan, Kibarkan...
BERITA

Aksi Damai Warga Krayan, Kibarkan Bendera Dayak di Bawah Merah Putih

By Bambang Prasetyo 2 min read 20 Agustus 2026
Warga Krayan kibarkan bendera Dayak di bawah Merah Putih suarakan aspirasi perbatasan

Warga Krayan kibarkan bendera Dayak di bawah Merah Putih suarakan aspirasi perbatasan

Sebuah video yang memperlihatkan aksi masyarakat adat Dayak Lundayeh di Krayan Hulu, Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, mendadak viral di media sosial. Dalam momen peringatan HUT ke-81 RI pada Senin (17/8/2026), warga menggelar upacara di tengah jalanan berlumpur sambil mengibarkan bendera Dayak Borneo tepat di bawah Sang Saka Merah Putih.

Berdasarkan laporan media, aksi tersebut bukan merupakan bentuk perlawanan terhadap kedaulatan negara. Perwakilan warga dalam orasinya menegaskan bahwa masyarakat setempat tetap setia kepada NKRI dan menjadikan pengibaran bendera kultural tersebut sebagai bentuk jeritan keprihatinan dari kawasan perbatasan.

Melalui aksi damai tersebut, warga Krayan menyampaikan tiga tuntutan utama kepada pemerintah pusat. Tuntutan itu mencakup percepatan pembangunan Jalan Nasional Malinau-Krayan, kejelasan target infrastruktur sebagai urat nadi perbatasan, serta peningkatan kualitas Jalan Lingkar Krayan.

Selain persoalan jalan, warga juga mendesak pemerintah agar segera merealisasikan pembentukan Krayan sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB). Mengingat posisinya yang sangat strategis, status wilayah otonom baru dinilai penting untuk mempercepat roda pembangunan di daerah tertinggal.

Menanggapi peristiwa ini, Ketua Komisi I DPRD Nunukan, Ryan Antoni, memberikan penjelasan bahwa bendera yang dikibarkan warga mengadopsi simbol Negara Dayak Besar tahun 1949. Penempatan bendera tersebut murni sebagai ekspresi budaya dan peringatan keras atas lambatnya perhatian pemerintah terhadap pedalaman.

Mengutip keterangan Ryan, tidak ada niat makar atau upaya disintegrasi di balik aksi tersebut, melainkan bentuk kekecewaan mendalam akibat kebijakan pusat yang kerap dinilai tidak tepat sasaran. Ia juga menyoroti ketimpangan antara desentralisasi administrasi dan fiskal yang membuat daerah kesulitan membangun infrastruktur dasar.

Kritik tajam turut dilayangkan karena pemerintah dinilai mengabaikan kebutuhan esensial warga pedalaman seperti akses jalan yang layak. Sebagaimana diwartakan, warga dan DPRD berharap aksi simbolis ini dapat membuka mata para pemangku kebijakan agar lebih serius memperhatikan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan.

Topics
krayan nunukan kalimantan utara hut ri infrastruktur perbatasan dprd nunukan masyarakat adat
Jurnalis Politik & Ekonomi Senior

Bambang telah menghabiskan dua dekade terakhir meliput dunia politik dan ekonomi Indonesia. Dari gedung DPR hingga Istana Negara, ia telah menyaksikan dan melaporkan peristiwa-peristiwa penting yang membentuk negeri ini. Tulisannya tajam, mendalam, dan selalu mengedepankan fakta serta analisis yang jernih bagi pembaca Kabayan News.