Sebagaimana diberitakan oleh media internasional, situasi di Yerusalem Timur kembali memanas setelah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, melakukan aksi provokatif dengan memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa pada Senin, 1 September 2026. Politikus sayap kanan garis keras tersebut datang dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian Israel serta sejumlah pemukim.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, kunjungan tersebut langsung menuai sorotan tajam setelah muncul dokumentasi yang memperlihatkan Ben-Gvir melakukan ritual ibadah di bagian timur kompleks suci tersebut. Seorang pejabat Departemen Wakaf Islam di Yerusalem yang meminta namanya dirahasiakan mengonfirmasi bahwa rombongan tersebut masuk secara paksa ke dalam kawasan situs sensitif tersebut.
Sebagai pemimpin partai sayap kanan Kekuatan Yahudi atau Jewish Power, Ben-Gvir memang dikenal sebagai tokoh politik yang secara terbuka mendorong peningkatan aktivitas kaum Yahudi di kawasan Masjid Al-Aqsa. Tindakan kontroversial ini bukan yang pertama kalinya dilakukan, di mana aksi serupa kerap menuai kecaman keras dari berbagai negara Arab, Muslim, serta komunitas internasional.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip keterangan dari berbagai sumber, aksi terbaru ini dinilai sangat sensitif mengingat Israel sedang bersiap menghadapi pemilihan umum yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober mendatang. Berbagai pihak mengkhawatirkan manuver politik yang menyentuh isu sensitif Yerusalem ini dapat memicu eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Bagi umat Islam, Masjid Al-Aqsa merupakan situs tersuci ketiga di dunia setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, sementara pihak Yahudi menyebutnya sebagai Temple Mount. Kompleks ini telah lama menjadi episentrum konflik Palestina-Israel, di mana warga Palestina terus memperjuangkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara mereka dari pendudukan Israel.