Arkeolog di Denmark berhasil menemukan dua buah bros oval peninggalan era Viking di situs arkeologi Skonager, West Jutland, yang masih menyimpan sisa-sisa serat kain terawetkan secara alami selama 1.300 tahun.
Temuan penting dari makam kuno tersebut memberikan petunjuk berharga mengenai cara berpakaian perempuan Skandinavia pada masa lalu karena sangat jarang kain kuno bisa bertahan selama ribuan tahun.
Berdasarkan informasi dari Archaeology West Jutland, proses korosi dari logam bros menghasilkan garam logam yang membantu mengawetkan kain di sisi luar maupun dalam perhiasan tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePihak National Museum of Denmark menjelaskan bahwa minimnya penemuan busana utuh dari era Viking membuat para ahli selama ini hanya mengandalkan sumber tertulis atau gambar pada permadani.
Menelisik Jejak Busana dan Perhiasan Kuno Era Viking
Para peneliti kini melibatkan University of Southern Denmark untuk menganalisis bagian gigi serta meneliti sampel tanah demi mengungkap warna asli dari pakaian bersejarah tersebut.
Pakaian masyarakat Viking pada masa lampau umumnya dibuat dari bahan lokal seperti wol dan rami, sementara kaum bangsawan kerap mengimpor sutra serta mengenakan hiasan manik-manik emas.
Bros oval yang ditemukan di situs Skonager tersebut berfungsi sebagai pengunci gaun luar perempuan Viking yang dipadukan bersama pakaian dalam harian mereka.
Salah satu bros bahkan menunjukkan adanya tanda-tanda perbaikan masa lalu, mengindikasikan perhiasan tersebut merupakan barang pusaka atau warisan keluarga bernilai tinggi.
Melalui proyek penelitian lanjutan bertajuk Textile Colors of the Viking Age, para ahli berharap bisa menemukan pigmen warna asli pakaian perempuan Viking tersebut untuk pertama kalinya.