Pendiri Barstool Sports Dave Portnoy melontarkan pembelaan keras terhadap pemilik New England Patriots Robert Kraft di tengah polemik pencoretan musisi Macklemore dari daftar penampil konser di Gillette Stadium. Dalam sebuah video media sosial yang dirilis pada hari Rabu, 16 September 2026, Portnoy secara tegas menolak argumen yang menyebut pencoretan tersebut sebagai bentuk tindakan sensor.
Dave Portnoy yang beragama Yahudi dan penggemar lama tim Patriots berpendapat bahwa rekam jejak Robert Kraft selama sepuluh tahun terakhir dalam melawan antisemitisme memberikan konteks penting atas keputusan tersebut. Menurutnya, pemilik stadion memiliki hak penuh untuk menentukan siapa saja yang boleh tampil di tempat milik mereka sendiri.
"Bob Kraft telah menghabiskan 10 tahun hidupnya secara agresif melawan antisemitisme dan kebencian. Dia memiliki pusat pemantauan kebencian di Gillette Stadium dan telah menghabiskan jutaan dolar untuk melawan kebencian," ujar Portnoy dalam video tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePortnoy menambahkan bahwa konser tersebut merupakan pertunjukan utama Ed Sheeran, bukan panggung bagi Macklemore untuk menyampaikan orasi politik. Ia menilai penonton yang membeli tiket datang untuk menikmati lagu-lagu Ed Sheeran, bukan mendengarkan pidato politik dari musisi pembuka.
Polemik Keputusan Robert Kraft dan Penolakan Isu Sensor
Lebih lanjut, Portnoy membandingkan situasi ini dengan hak tuan rumah yang menolak tamu untuk menyebarkan pandangan yang dianggap bertentangan di dalam rumah mereka sendiri. Ia menegaskan bahwa pembatalan penampilan tersebut murni soal batas privasi dan kebijakan tempat acara, bukan pelanggaran kebebasan berpendapat.
Kontroversi ini bermula setelah Macklemore tampil sebagai musisi pembuka dalam konser Ed Sheeran di MetLife Stadium, New Jersey, pada tanggal 4 dan 5 September 2026. Dalam penampilan tersebut, sang musisi melontarkan pernyataan dukungan bagi warga Palestina serta menyerukan slogan kebebasan.
Akibat aksi panggung tersebut, Macklemore dicoret dari daftar penampil untuk konser Ed Sheeran berikutnya di Gillette Stadium pada 25 dan 26 September 2026. Robert Kraft selaku pemilik stadion menyatakan bahwa keputusan itu diambil untuk menjaga lingkungan yang ramah dan menghindari ujaran kebencian.
Robert Kraft sendiri menegaskan bahwa langkah tersebut tidak dimaksudkan untuk mengecilkan penderitaan warga sipil Palestina ataupun melarang hak advokasi. Bahkan, ia sempat menyatakan keterbukaannya untuk duduk bersama Macklemore guna mendiskusikan upaya perdamaian bersama.
Di sisi lain, Macklemore mengeklaim bahwa penyingkirannya melibatkan pengaruh para pemilik stadion lain yang khawatir akan kelangsungan jadwal tur konser. Meskipun demikian, perdebatan seputar batas antara kebebasan berekspresi dan hak kepemilikan tempat acara terus menjadi sorotan publik luas.