Situasi darurat akibat hujan deras dan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Peru memicu perdebatan panas di ranah politik. Ketegangan ini melibatkan Presiden Republik Keiko Fujimori dan Menteri Ekonomi dan Finanzas Elmer Cuba setelah sang menteri mengeluarkan pernyataan kontroversial yang dinilai meremehkan penderitaan masyarakat terdampak.
Sebagaimana diwartakan oleh media El Comercio, insiden tersebut bermula ketika Elmer Cuba meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak "berlebihan" dalam menyikapi bencana banjir yang terjadi. Pernyataan itu langsung menuai kecaman luas karena dianggap tidak peka terhadap realita di lapangan.
Dalam kunjungannya ke kawasan Villa El Salvador untuk meninjau langsung kondisi warga yang menjadi korban genangan air dan cuaca ekstrem, Keiko Fujimori secara terbuka melayangkan kritik keras terhadap anak buahnya tersebut. Menurutnya, sang menteri gagal melihat tingkat keparahan kerusakan serta duka mendalam yang dialami oleh keluarga-keluarga korban.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Creo que el ministro de Economía no está viendo la magnitud del daño, de las pérdidas y el dolor de las familias que están teniendo esta tristeza porque, en muchos casos, han perdido todo", ungkap Keiko Fujimori dengan nada tegas saat menemui warga.
Lebih lanjut, pemimpin negara tersebut menekankan bahwa penanganan bencana tidak boleh sekadar bersifat darurat jangka pendek. Pemerintah, kata dia, juga harus serius mengevaluasi serta memperbaiki berbagai kelemahan struktural yang memperparah dampak buruk dari bencana alam tersebut.
"Acá lo importante, además de atender la emergencia, es corregir las fallas estructurales", imbuhnya menegaskan pentingnya langkah jangka panjang demi keselamatan warga.
Menanggapi kritik terbuka dari kepala negara, Elmer Cuba tidak menunggu lama untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik. Klarifikasi tersebut disampaikannya melalui wawancara khusus dengan stasiun radio lokal RPP Noticias.
"Si alguien se ha sentido ofensendido le pido mil disculpas. Estoy de acuerdo con lo que dijo la presidente. Es una expresión coloquial y viendo con más calma lo que está ocurriendo, expresa otra preocupación", ucap Elmer Cuba guna meredakan situasi.
Sebelumnya, dalam sebuah wawancara dengan Exitosa Radio, Cuba sempat melontarkan perbandingan kontroversial dengan menyebut bahwa kota-kota besar di belahan dunia lain seperti Paris atau Santiago de Chile juga kerap mengalami banjir saat musim hujan, sehingga masyarakat diminta tidak terlalu panik menghadapi situasi serupa.