Sebagaimana diwartakan dalam laporan media internasional, Presiden Instituto Locomotiva Renato Meirelles melontarkan kritik pedas terhadap arah kebijakan politik di Brasil. Berdasarkan analisis dalam buku terbarunya yang berjudul O Brasil da maioria, Meirelles menyoroti bagaimana kelas C yang kini mencakup lebih dari 100 juta jiwa menghadapi tantangan besar akibat minimnya respons negara.
Kelompok demografi tersebut kini mendominasi sebagian besar populasi pemilih, terjepit di antara kelompok masyarakat penerima bantuan sosial langsung serta kalangan elit yang memiliki modal mandiri. "Pada saat golongan masyarakat ini memerlukan layanan darurat seperti ambulans yang datang tepat waktu, negara justru absen. Ketika mereka berupaya merintis usaha berskala kecil, yang mereka hadapi hanyalah tumpukan birokrasi yang membebani," ungkap Meirelles sebagaimana dikutip dari laporan.
Lebih lanjut, pengamat sosial tersebut mengenang bahwa pada era kepemimpinan awal Luiz Inacio Lula da Silva antara tahun 2003 hingga 2010, kelas C memberikan dukungan masif karena melihat adanya peluang kemajuan ekonomi. Kebijakan upah minimum serta perluasan akses pendidikan tinggi dan kepemilikan aset menjadi motor penggerak lahirnya generasi baru yang terbebas dari jerat kemiskinan masa lalu.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeNamun ironisnya, generasi baru tersebut kini tumbuh dengan orientasi ekonomi liberal serta semangat wirausaha mandiri, sementara struktur birokrasi negara sering kali dipandang sebagai penghalang ketimbang penopang. "Lula belum sepenuhnya belajar cara berkomunikasi maupun mengakomodasi aspirasi kelas C yang sebenarnya ia ciptakan sendiri," tegas peneliti tersebut.
Di sisi lain, komposisi kelas C juga tidak dapat digeneralisasi begitu saja karena didominasi oleh kaum perempuan yang memimpin lebih dari separuh rumah tangga di segmen ini. Berdasarkan pemaparan kajian tersebut, kelompok perempuan jauh lebih memperhatikan isu-isu konkret seperti ketersediaan fasilitas penitipan anak serta akses layanan kesehatan publik demi kesejahteraan keluarga mereka.