Kelompok Houthi Yaman mengancam meningkatkan serangan maritim terhadap kapal-kapal Saudi yang melintasi pintu masuk selatan Laut Merah. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, langkah tersebut berisiko memperluas perang regional serta mengganggu arus perdagangan global yang vital.
Dalam wawancara eksklusif bersama media internasional, pejabat senior kelompok pemberontak dukungan Iran itu menyatakan bahwa mereka bakal mengintensifkan serangan di sekitar Selat Bab al-Mandab. Selat tersebut merupakan jalur sempit menghubungkan Yaman dan Tanduk Afrika bagi kapal-kapal melintas antara Laut Merah dan Teluk Aden.
"Kami akan memberi Saudi Arabia pelajaran," ujar Mohammed al-Bukhaiti selaku pejabat politik senior kelompok tersebut seraya mengancam penerapan blokade lanjutan. "Blokade akan terus diintensifkan sampai semua pelabuhan dan bandara Saudi berhasil ditutup," imbuhnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSituasi memanas ketika kobaran api menerangi pesisir Laut Merah dalam insiden serangan rudal balistik menargetkan kota pelabuhan Mokha di sebelah barat Yaman. Serangan tersebut mengakibatkan korban jiwa serta melukai sejumlah warga sipil termasuk anak-anak yang harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit setempat.
Mengutip laporan dari berbagai sumber intelijen global, ketegangan ini dipicu tindakan balasan atas kerusakan landasan pacu di Bandara Sanaa akibat serangan udara Saudi pada Juli lalu. Pihak Houthi menegaskan bahwa tindakan mereka merupakan bentuk pembelaan diri terhadap blokade tidak adil yang telah lama diterapkan di wilayah Yaman.