Anthropic secara resmi mengklarifikasi rencana penerbitan watermark atau penanda tak kasat mata pada teks yang dihasilkan oleh chatbot Claude. Kebijakan ini dihadirkan guna memenuhi kewajiban hukum yang tercantum dalam regulasi transparansi kecerdasan buatan Uni Eropa atau EU AI Act.
Dalam pengumuman resminya, perusahaan menyatakan bahwa sistem penandaan teks tersebut mengadopsi versi dari teknologi open-source SynthID-Text. Teknologi ini mulanya dikembangkan oleh Google DeepMind untuk mendeteksi pola teks buatan mesin melalui probabilitas pemilihan kata.
Anthropic memastikan bahwa penambahan watermark teks ini tidak akan menaikkan biaya penggunaan bagi para pelanggan Claude. Selain itu, fitur tersebut diklaim tidak memberikan dampak praktis apa pun terhadap kualitas maupun isi dari keluaran teks yang dihasilkan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeRegulasi Uni Eropa secara spesifik mewajibkan konten sintetis berupa audio, gambar, video, dan teks untuk menyertakan penanda yang dapat dibaca oleh mesin. Hal ini bertujuan agar konten buatan kecerdasan buatan dapat diidentifikasi secara transparan oleh publik.
Mekanisme Kerja Watermark Teks Anthropic
Cara kerja sistem ini memanfaatkan pilihan kata dengan taruhan rendah yang sering muncul saat model bahasa menghasilkan kalimat. Sebagai ilustrasi, ketika melengkapi kalimat tentang cuaca, model dapat memilih kata alternatif yang memiliki makna serupa dengan bantuan angka acak.
Watermark memanfaatkan pilihan-pilihan kata yang fleksibel tersebut secara berulang di sepanjang teks guna membentuk pola tertentu. Pola yang terbentuk tidak akan disadari oleh pembaca biasa namun dapat dideteksi oleh pihak yang memegang kunci enkripsinya.
Dalam proses penerapan watermark, pemilihan kata acak tetap dilakukan tetapi dengan sumber keacakan yang berbeda dari biasanya. Alih-alih memakai generator angka acak arbitrer, sistem menggunakan kunci khusus dan beberapa kata sebelumnya untuk menentukan pilihan kata model.
Selain penandaan teks, Anthropic turut menyertakan dukungan C2PA pada gambar yang diproses oleh Claude sebagai bagian dari kepatuhan terhadap aturan Uni Eropa. Berbagai langkah ini menunjukkan komitmen industri teknologi terhadap standar transparansi global.
Dampak dan Perkembangan Regulasi AI Global
Pemberlakuan aturan transparansi Uni Eropa turut memengaruhi pengembang AI besar lainnya di kancah global. Model chatbot Gemini milik Google diketahui telah mengadopsi solusi SynthID-Text sejak tahun 2024 untuk memenuhi standar serupa.
Sementara itu, OpenAI juga wajib mematuhi ketentuan dari undang-undang tersebut meskipun belum merinci jadwal resmi terkait rencana penerapan watermark teks pada ChatGPT dalam peta jalan kepatuhan mereka.
Kehadiran sistem penandaan ini memberikan kepastian hukum sekaligus standar baru dalam verifikasi keaslian informasi digital di internet. Pengembang teknologi terus beradaptasi dengan regulasi ketat yang berlaku di berbagai wilayah internasional.
Langkah kolaboratif dalam adopsi teknologi open-source seperti SynthID-Text mencerminkan upaya industri dalam menciptakan ekosistem kecerdasan buatan yang lebih akuntabel. Pengawasan dan evaluasi berkala akan terus dilakukan seiring dengan perkembangan regulasi yang berjalan.
__QUOTE__ "Anthropic mengumumkan bahwa sistem penandaan teks Claude adalah versi dari pendekatan SynthID-Text yang dikembangkan oleh Google DeepMind."