Aksi pelarian kawanan penjahat jalanan yang tega menyasar petugas pemadam kebakaran akhirnya harus terhenti di tangan aparat penegak hukum. Berdasarkan laporan yang dihimpun, jajaran Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat berhasil menggerebek sebuah penginapan yang berlokasi di kawasan Pluit, Jakarta Utara, yang selama ini dijadikan tempat persembunyian oleh para pelaku.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pengamatan tim redaksi dari rekaman video detik-detik penangkapan yang beredar, penyergapan tersebut berlangsung dramatis namun senyap. Sejumlah petugas kepolisian berpakaian preman tampak mendekati sebuah kamar dan langsung mendobrak masuk setelah pintu dibuka, membuat sejumlah perempuan dan para pria di dalamnya terkejut serta tidak sempat melakukan perlawanan.
Mengutip keterangan resmi dari Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra, total ada lima orang tersangka yang berhasil diamankan dalam operasi senyap tersebut. "Lima orang yang sudah ditangkap," ujarnya kepada awak media saat memberikan konfirmasi terkait video penangkapan yang viral.
Berdasarkan analisis awak media terhadap pola kejahatan para pelaku, komplotan ini terbilang sangat meresahkan karena mengincar korban secara acak tanpa pandang bulu demi mendanai gaya hidup hedonis mereka. "Kalau lihat orang nggak awas, dia begal. Hasilnya buat happy-happy," ungkap Roby menggambarkan motif ekonomi di balik aksi kriminal sadis tersebut.
Lebih lanjut, hasil pemeriksaan mendalam mengungkap fakta mengejutkan di balik persembunyian mereka di mana para pelaku pria tidak hanya merencanakan aksi kejahatan, melainkan juga tengah menikmati barang haram bersama sejumlah wanita. Tes urine pun menunjukkan bahwa para tersangka positif mengonsumsi narkotika jenis amfetamin selama berada di kamar penginapan tersebut.
Meskipun lima orang pelaku utama kini telah mendekam di balik jeruji besi untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, pihak kepolisian menegaskan bahwa perburuan belum usai. Saat ini, aparat masih memburu empat orang anggota komplotan lainnya yang telah masuk ke dalam daftar pencarian orang atau DPO.