Sebagaimana diwartakan oleh Manadoline, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro mengambil langkah cepat untuk merespons persoalan kelangkaan Bahan Bakar Minyak yang melanda wilayah tersebut. Isu ini menjadi perhatian serius pemda mengingat BBM memegang peranan krusial dalam menunjang mobilitas dan aktivitas harian masyarakat.
Mengutip laporan dari media tersebut, Pemkab Sitaro langsung menggandeng unsur Forkopimda guna memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak berwenang. Langkah ini dilakukan untuk mengawasi sekaligus memastikan kelancaran rantai pasok distribusi energi bagi warga di daerah kepulauan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, letak geografis Kepulauan Sitaro yang berupa kepulauan memberikan tantangan tersendiri dalam hal distribusi logistik. Oleh karena itu, sinergi erat antar-instansi sangat dibutuhkan agar pengiriman pasokan ke wilayah Siau, Tagulandang, dan Biaro bisa berjalan tanpa hambatan berarti.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePemerintah daerah menegaskan bahwa ketersediaan energi ini akan terus dikawal secara intensif bersama para penyalur resmi. Melalui kerja sama lintas sektor, pemda optimistis stabilitas pasokan bahan bakar dapat segera pulih sepenuhnya.
Sehubungan dengan kedatangan pasokan baru, pihak Bagian Ekonomi Setda mengumumkan bahwa kapal pengangkut bahan bakar dijadwalkan tiba pada Senin, 24 Agustus 2026. Pemerintah pun mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang dan bersabar menanti hingga distribusi normal kembali.