Suhu kabin yang dingin seringkali membuat penumpang pesawat tergoda untuk menggunakan selimut yang disediakan oleh maskapai penerbangan. Di balik kenyamanan tersebut, muncul pertanyaan umum di kalangan pelancong mengenai boleh atau tidaknya membawa pulang selimut pesawat sebagai kenang-kenangan setelah penerbangan berakhir.
Senior Vice President of Sales di Fareportal Thomas Spagnola menyatakan bahwa sebagian besar selimut dan bantal di dalam pesawat adalah properti perusahaan yang ditujukan untuk pemakaian berulang. Penumpang diingatkan agar tidak serta-merta mengemas selimut tersebut ke dalam koper karena seluruh perlengkapan kabin harus tetap berada di dalam pesawat.
Pengecualian hanya berlaku apabila maskapai secara spesifik menyediakan selimut sekali pakai atau memberikan izin resmi kepada penumpang untuk membawanya pulang. Jika merasa ragu dengan aturan yang berlaku, penumpang disarankan untuk bertanya langsung kepada pramugari sebelum meninggalkan pesawat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePramugari penerbangan internasional sekaligus pendiri platform Atlas + Wild Sherry Peters menambahkan bahwa aturan tersebut berlaku di berbagai kelas penerbangan termasuk kabin premium. Meskipun kualitas selimut di kelas utama atau bisnis cenderung lebih tebal dan bermerek, ketentuan dasar agar selimut tetap tertinggal di pesawat tidak pernah berubah.
Kebersihan dan Frekuensi Pencucian Selimut Pesawat
Mantan pilot komersial sekaligus sejarawan penerbangan di University of Nevada Daniel Bubb mengungkapkan bahwa praktik pencucian selimut sangat bergantung pada durasi rute penerbangan. Selimut pada penerbangan internasional jarak jauh umumnya dicuci secara rutin setelah penerbangan usai.
Sebaliknya, selimut pada rute domestik yang lebih pendek tidak selalu dicuci setiap hari akibat keterbatasan waktu singgah atau turnaround time antar penerbangan. Maskapai biasanya hanya mencuci selimut rute pendek setiap beberapa hari sekali atau ketika terlihat kotor secara kasat mata.
Sherry Peters turut membagikan pengalaman pribadinya saat mendapati selimut dalam kondisi sedikit lembab di dalam kemasan plastik segel. Hal tersebut mengindikasikan bahwa selimut kemungkinan telah melalui proses pencucian namun belum sepenuhnya kering sebelum dikemas kembali untuk penerbangan berikutnya.
Sebagai langkah antisipasi terhadap isu kebersihan, Daniel Bubb memilih untuk mengenakan jaket atau sweater pribadi selama di kabin. Sementara itu, para ahli menyarankan pelancong yang peduli terhadap kebersihan untuk membawa selimut perjalanan sendiri atau syal ekstra demi kenyamanan maksimal.