Kondisi lingkungan di negara tetangga dilaporkan semakin memprihatinkan akibat kiriman kabut asap. Sebagaimana diwartakan, kualitas udara di Malaysia kian parah dibekap asap pekat yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan.
Berdasarkan laporan dari indeks kualitas udara Malaysia Air Pollutant Index Management System (APIMS), tercatat sejumlah wilayah kini masuk dalam kategori tidak sehat per Kamis siang. Sebagian besar wilayah yang terdampak paling parah berada di negara bagian Sarawak yang berbatasan langsung dengan Kalimantan.
Sistem klasifikasi Indeks Polusi Udara Malaysia menetapkan angka 0 hingga 50 sebagai kategori sehat, 50 sampai 100 masuk kategori sedang, 101 hingga 200 tidak sehat, 201 sampai 300 sangat tidak sehat, serta di atas 300 berada dalam level bahaya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeWilayah yang mencatatkan angka tinggi di antaranya Serian dengan Air Pollutant Index (API) mencapai 195, Kuching dengan indeks 191, Sri Aman di angka 178, serta Samarahan yang mencatatkan indeks 175.
Mengutip laporan media Malay Mail, angka polusi tersebut menunjukkan peningkatan dibanding catatan pekan sebelumnya, meskipun jumlah wilayah yang terpapar kabut asap kini terpantau sedikit berkurang.
Menanggapi memburuknya situasi ini, Kementerian Kesehatan Malaysia memberikan imbauan penting kepada masyarakat. Warga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila indeks kualitas udara telah melewati angka 100.
Selain itu, pihak kementerian juga meminta masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala gangguan pernapasan seperti sesak napas atau batuk berkepanjangan akibat paparan kabut asap.