Najib Tareque lahir pada 5 September 1970 di Dinajpur, Bangladesh. Ia dikenal sebagai seorang seniman multitalenta yang bergiat sebagai pembuat cetak, pelukis, serta penulis.
Perjalanan kariernya di bidang seni rupa telah membawanya berpartisipasi dalam berbagai pameran tunggal maupun bersama baik di dalam maupun luar negeri. Ia juga dikenal sebagai salah satu pelopor galeri seni berbasis online di kawasan Asia Selatan.
Selain aktif berkarya di atas kanvas dan media cetak, ia turut berkontribusi dalam dunia ilustrasi media massa dan penerbitan buku di Bangladesh. Pengaruhnya dalam memperbarui bentuk ilustrasi tradisional menjadi seni modern sangat dihargai oleh kalangan seniman.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBersama keluarganya, ia mendirikan ruang seni Studio 6/6 di Dhaka yang menjadi wadah bagi berbagai talenta kreatif untuk berpameran. Hingga kini, dedikasinya terhadap perkembangan seni rupa kontemporer terus memberikan dampak yang signifikan.
Kehidupan Awal dan Pendidikan
Abu Najib Mohammed Tareque lahir di Borogur Gola, Dinajpur, dari pasangan Tamizuddin dan Nujratun Nisa. Ia merupakan anak kelima dari tujuh bersaudara yang menghabiskan masa kecilnya di berbagai wilayah akibat karier sang ayah.
Pendidikan menengahnya diselesaikan di Rajshahi Collegiate School sebelum ia melanjutkan studinya di Dinajpur Government College. Minatnya pada seni membawanya masuk ke Fakultas Seni Rupa Universitas Dhaka pada tahun 1987 untuk mempelajari seni cetak.
Selama menjadi mahasiswa, ia turut aktif terlibat dalam gerakan anti-otokrasi dan bergabung dengan Komite Nirmul. Pengalaman sosial dan politik tersebut turut membentuk kepekaan estetikanya dalam berkarya.
Ia berhasil merampungkan pendidikan sarjananya pada tahun 1994 dan melanjutkan studi pascasarjana di fakultas yang sama hingga selesai pada tahun 2000.
Karya Seni dan Pengaruh
Sebagai seorang seniman, Najib Tareque menguasai berbagai medium seperti minyak, air, akrilik, dan media campuran. Karya-karyanya sering kali menampilkan bentuk semi-realistik, surealistik, serta penggunaan abjad Arab dalam komposisi lukisannya.
Ia memamerkan karya pertamanya melalui pameran tunggal bertajuk "Joy Manabata" pada tahun 1994 di Alliance Française, Dhaka. Sejak saat itu, ia konsisten menghadirkan karya-karya inovatif melalui berbagai pameran seni bergengsi.
Kontribusinya juga merambah ke dunia digital melalui proyek seni virtual "Art Makes Us Human" yang dimulai pada tahun 2015 melalui media sosial. Proyek ini memperluas jangkauan seni rupa kontemporer ke ruang publik digital secara luas.
Atas dedikasinya, ia telah menerima berbagai penghargaan seni penting, termasuk dari Kementerian Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Perubahan Iklim Bangladesh serta penghargaan seni lukis lainnya.