Mustafa Monwar merupakan sosok seniman terkemuka asal Bangladesh yang lahir pada 1 September 1935. Sepanjang hidupnya, ia dikenal luas sebagai pelukis, pematung, sekaligus praktisi seni boneka yang sangat dihormati.
Bakat seni yang dimilikinya tidak lepas dari latar belakang keluarganya yang merupakan keturunan penyair ternama di Bengal. Perjalanan kariernya mencakup berbagai peran strategis di lembaga seni dan pendidikan di Bangladesh.
Salah satu tonggak sejarah paling diingat dari sosoknya adalah keterlibatannya dalam mempopulerkan seni boneka sebagai sarana edukasi dan hiburan bagi masyarakat. Ia aktif menciptakan pertunjukan boneka yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat selama puluhan tahun.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMustafa Monwar berpulang pada 29 Juni 2026 di usia 90 tahun, meninggalkan warisan seni yang tak ternilai bagi generasi penerus di Bangladesh. Namanya tetap abadi sebagai salah satu tokoh paling ikonik dalam sejarah seni rupa dan pertunjukan di negaranya.
Kehidupan Awal dan Pendidikan
Mustafa Monwar lahir di Kamalapur, Magura, wilayah yang saat itu masih berada di bawah Presidensi Bengal, British India. Ia merupakan anak bungsu dari enam bersaudara dari pasangan penyair Golam Mostofa dan Jamila Khatun.
Lingkungan keluarga yang kental dengan nuansa sastra dan budaya sangat memengaruhi perkembangan minat artistiknya sejak dini. Kakek dan kakek buyutnya juga merupakan penyair rakyat yang tersohor di masanya.
Pendidikan dasarnya ditempuh di Narayanganj High School dan Dhaka Collegiate School. Awalnya, ia menempuh pendidikan sains di Scottish Church College, namun atas saran Syed Mujtaba Ali, ia beralih ke dunia seni.
Ia melanjutkan studinya di Government College of Art & Craft, Kolkata. Di sana, ia lulus dengan hasil terbaik di kelasnya, yang kemudian menjadi fondasi kuat bagi karier seni profesionalnya di masa depan.
Karier dan Kontribusi bagi Bangsa
Karier profesionalnya dimulai sebagai dosen di East Pakistan College of Arts and Crafts. Ia kemudian memegang berbagai posisi strategis, termasuk sebagai direktur jenderal di Bangladesh Television dan Bangladesh Shilpakala Academy.
Selama Perang Pembebasan Bangladesh tahun 1971, ia menggunakan bakat seninya untuk mengadakan pertunjukan boneka bagi para pengungsi di Benggala Barat. Inilah yang mengukuhkan julukannya sebagai "Puppet Man of Bangladesh".
Acara boneka televisi legendarisnya, "Moner Kotha", ditayangkan selama 12 tahun di BTV, yang mengedukasi anak-anak melalui cerita rakyat. Ia juga mendirikan Educational Puppet Development Centre (EPDC) untuk mengembangkan seni pertunjukan tersebut.
Atas dedikasinya, ia meraih berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Ekushey Padak pada tahun 2004 dan Meril-Prothom Alo Lifetime Achievement Award. Pengaruhnya terhadap dunia seni rupa dan pertunjukan terus dikenang oleh seniman generasi baru hingga kini.