Cut Nyak Meutia merupakan pahlawan nasional Indonesia dari Aceh yang dikenal luas atas keberaniannya memimpin perlawanan sengit terhadap penjajahan kolonial Belanda. Lahir pada 15 Februari 1870, ia menghabiskan masa hidupnya di tanah rencong dengan mengorganisasi berbagai strategi pertempuran bersama para pejuang lokal.
Berdasarkan catatan sejarah, putri tunggal pasangan Teuku Ben Daud Pirak dan Cut Jah ini memulai perjuangan bersenjata bersama suami pertamanya, Teuku Muhammad atau Teuku Tjik Tunong. Setelah sang suami dieksekusi mati oleh pihak kolonial di Lhokseumawe, ia melanjutkan amanah perjuangan dengan menikahi Pang Nanggroe sesuai wasiat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa pergerakan kelompok perlawanan ini semakin mendesak pasukan kolonial hingga memicu pengejaran intensif di dalam hutan belantara. Terdesak di kawasan Alue Kurieng, Cut Nyak Meutia tetap maju bertempur melawan Korps Marechausée hingga gugur pada tanggal 24 Oktober 1910.
Pemerintah Republik Indonesia kemudian menganugerahkan gelar pahlawan nasional secara resmi melalui Surat Keputusan Presiden Nomor 107 Tahun 1964. Pengorbanan besar sang srikandi Aceh ini terus dikenang melalui pengabadian namanya pada fasilitas publik, rumah sakit, mata uang rupiah pecahan seribu, serta berbagai infrastruktur penting di tanah air.