Eric John Ernest Hobsbawm lahir pada 9 Juni 1917 di Alexandria, Mesir, dan tumbuh sebagai seorang sejarawan Inggris yang memiliki pengaruh besar secara global. Ia dikenal atas kajian mendalamnya mengenai kebangkitan kapitalisme industri, sosialisme, dan nasionalisme. Karya-karyanya yang paling terkenal mencakup tetralogi tentang apa yang ia sebut sebagai "abad ke-19 panjang" dan "abad ke-20 pendek", serta volume suntingan yang memperkenalkan gagasan berpengaruh tentang tradisi yang diciptakan.
Latar belakang kehidupan masa kecilnya diwarnai oleh perpindahan tempat tinggal di berbagai kota Eropa akibat dinamika politik yang bergejolak pada masa itu. Setelah kematian orang tuanya dan naiknya Partai Nazi ke puncak kekuasaan, Hobsbawm pindah ke London bersama keluarga angkatnya. Pengalaman hidup di berbagai negara berbahasa Jerman dan Inggris membentuk kepribadiannya sebagai seorang poliglot yang menguasai berbagai bahasa secara fasih.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSepanjang karier akademisnya yang panjang, Hobsbawm menorehkan berbagai pencapaian penting termasuk meraih gelar doktor dari Universitas Cambridge dan diangkat sebagai presiden di Birkbeck, Universitas London. Ia juga menerima berbagai penghargaan bergengsi internasional seperti Balzan Prize pada tahun 2003 atas analisis cemerlangnya mengenai sejarah Eropa abad ke-20. Kontribusinya dalam dunia historiografi menempatkannya sebagai salah satu intelektual paling dihormati di generasinya.
Hingga akhir hayatnya pada 1 Oktober 2012, Hobsbawm tetap dikenang sebagai sosok Marxis yang konsisten memadukan penelitian sejarah mendalam dengan bakat sastra yang luar biasa. Warisan pemikiran dan karya tulisnya terus menjadi rujukan utama bagi para akademisi, sejarawan, dan pembaca yang ingin memahami dinamika masyarakat modern.
Kehidupan Awal dan Pendidikan
Eric Hobsbawm lahir di Alexandria dari pasangan Leopold Percy Hobsbaum, seorang pedagang Yahudi asal London, dan Nelly Hobsbaum yang berasal dari Austria. Meskipun kedua orang tuanya berlatar belakang Yahudi, mereka bukanlah keluarga yang taat beragama, dan Hobsbawm menghabiskan masa kecilnya di kota Wina serta Berlin. Sebuah kesalahan administrasi saat kelahirannya mengubah nama keluarga aslinya dari Hobsbaum menjadi Hobsbawm, sementara bahasa Inggris tetap menjadi bahasa pertama yang ia kuasai di rumah.
Setelah kematian ayahnya pada tahun 1929 dan ibunya pada tahun 1931, Hobsbawm bersama saudara perempuannya diadopsi oleh bibi dan paman dari pihak ibu serta ayah. Ia bersekolah di Prinz Heinrich-Gymnasium di Berlin hingga kedatangan Partai Nazi berkuasa pada tahun 1933 memaksa keluarganya pindah menetap di London. Di London, ia melanjutkan pendidikannya di St Marylebone Grammar School dan kemudian masuk ke King's College, Universitas Cambridge.
Selama masa kuliahnya di Cambridge yang dimulai pada tahun 1936, Hobsbawm mulai aktif dalam kegiatan politik dan bergabung dengan Klub Sosialis serta Partai Komunis Britania Raya. Ia meraih prestasi akademik gemilang dengan meraih gelar sarjana kelas satu ganda di bidang sejarah serta bergabung dengan kelompok elit Cambridge Apostles. Ia kemudian menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Universitas Cambridge dengan disertasi mengenai Fabian Society sebelum bertugas di militer selama Perang Dunia Kedua.