Profil Lengkap Louis Althusser Tokoh Filsafat Marxis Prancis
Louis Pierre Althusser lahir di Birmendreïs, Aljazair Prancis, pada tanggal 16 Oktober 1918 dari keluarga borjuis kecil asal Alsace, Prancis. Ia menempuh pendidikan tinggi di institusi bergengsi École Normale Supérieure di Paris, tempat ia kemudian mendedikasikan diri sebagai profesor filsafat. Kehidupan pribadinya diwarnai oleh pergumulan panjang dengan penyakit mental yang intens hingga akhir hayatnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePerjalanan hidup Althusser juga mencakup pengalaman masa perang ketika ia bertugas di militer Prancis dan ditawan di Jerman selama Perang Dunia II. Di dalam kamp tawanan perang tersebut, ia mulai mendalami pemikiran Marxis dan filsafat yang kemudian membentuk arah intelektual utamanya. Pengalaman pahit serta dinamika kamp memberikan landasan mendalam bagi pembentukan kesadaran politik dan sosialnya.
Sebagai seorang pemikir, Althusser merupakan anggota jangka panjang sekaligus kritikus tajam di dalam Partai Komunis Prancis. Karya-karya utamanya seperti For Marx dan Reading Capital merevolusi cara pandang akademis terhadap tulisan-tulisan Karl Marx. Kontribusinya menempatkan dirinya sebagai salah satu figur sentral dalam perdebatan intelektual Eropa abad ke-20.
Meskipun kariernya diwarnai insiden tragis pada tahun 1980 ketika ia membunuh istrinya dalam kondisi gangguan jiwa, warisan pemikirannya tetap hidup dalam studi filsafat. Ia dinyatakan tidak layak diadili karena masalah keinsafan mental dan menghabiskan tahun-tahun terakhirnya di luar dunia akademik aktif. Louis Althusser wafat pada tanggal 22 Oktober 1990, meninggalkan pengaruh abadi bagi generasi filosof sesudahnya.
Kehidupan Awal dan Pendidikan
Louis Althusser dibesarkan di Aljazair Prancis dalam keluarga yang disiplin, di mana ayahnya bekerja sebagai perwira militer dan pegawai bank, sementara ibunya berprofesi sebagai seorang guru sekolah. Masa kecilnya dihabiskan di lingkungan kolonial yang makmur sebelum keluarganya pindah ke kota Marseille di Prancis pada tahun 1930. Di sana, ia menonjol dalam prestasi akademiknya di Lycée Saint-Charles dan aktif dalam kegiatan kepanduan.
Kepindahan selanjutnya terjadi pada tahun 1936 ketika ia menetap di Lyon untuk belajar di Lycée du Parc, tempat ia mulai bersentuhan dengan gerakan intelektual dan keagamaan Katolik. Ketertarikannya pada agama Katolik sempat berdampingan dengan ideologi komunis yang mulai menarik perhatiannya pada masa muda. Ia kemudian berhasil diterima di institusi pendidikan tinggi elit École Normale Supérieure di Paris sesaat sebelum pecahnya perang.