Nani Wartabone memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Gorontalo pada tanggal 23 Januari 1942 atau dikenal sebagai Hari Patriotik. Peristiwa bersejarah tersebut terjadi lebih awal tiga tahun dari proklamasi kemerdekaan nasional yang dipimpin oleh Soekarno dan Mohammad Hatta.
Berdasarkan catatan sejarah, Nani Wartabone lahir di Gorontalo pada 30 April 1907 dari pasangan Zakaria Wartabone dan ibu berdarah ningrat. Sejak masa muda di Surabaya, ia aktif mendirikan organisasi Jong Gorontalo serta memimpin cabang Partindo sebelum akhirnya kembali ke tanah kelahirannya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePerjuangan pergerakan nasional makin intensif ketika Nani Wartabone aktif dalam Persyarikatan Muhammadiyah dan mendirikan grup Suwawa pada tahun 1930. Berdasarkan analisis awak media, pemanfaatan jalur dakwah tabligh menjadi strategi efektif menanamkan kesadaran politik sekaligus membakar semangat anti-kolonialisme di tengah masyarakat.
Puncak perlawanan terjadi ketika pasukan pimpinan Nani Wartabone bergerak dari Suwawa menuju Kota Gorontalo untuk melucuti pejabat Belanda dan mengibarkan bendera Merah Putih. Aksi heroik ini sukses melumpuhkan kendali penjajah tanpa perlawanan berarti sebelum akhirnya Jepang masuk menggantikan kekuasaan kolonial.
Atas dedikasi besar terhadap bangsa, pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional Indonesia kepada Nani Wartabone melalui Keputusan Presiden RI Nomor 085/TK/Tahun 2003. Pengakuan ini mengukuhkan posisinya sebagai tokoh sentral pergerakan kemerdekaan dari wilayah Sulawesi.