Biografi Sartono Kartodirdjo merekam perjalanan hidup seorang pemikir besar yang mengubah cara pandang bangsa Indonesia terhadap sejarah masa lalunya. Berdasarkan catatan sejarah, pria kelahiran Wonogiri pada 15 Februari 1921 ini dikenal sebagai pelopor penulisan sejarah dengan menggunakan pendekatan multidimensi dan Indonesiasentris.
Perjalanan akademis Sartono terbilang panjang sebelum ia dikukuhkan sebagai guru besar di Universitas Gadjah Mada pada tahun 1968. Analisis tim redaksi menunjukkan disertasinya mengenai pemberontakan petani Banten menjadi tonggak sejarah penting yang mendobrak dominasi penulisan kolonial Belanda atau Neerlandosenteris.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMelalui karya-karya ilmiahnya, ia selalu menekankan bahwa penulisan sejarah tidak boleh sekadar berfokus pada kisah para penguasa atau orang besar saja. Menurut pandangannya, rakyat kecil dan kaum petani juga memiliki peran besar dalam membentuk alur peradaban bangsa.
Semasa hidupnya, tokoh yang wafat pada 7 Desember 2007 ini dikenal sebagai sosok intelektual yang memegang teguh prinsip kesederhanaan dan ketajaman berpikir. Kontribusi besarnya dalam dunia akademis, baik di dalam maupun luar negeri, mengantarkannya meraih berbagai penghargaan bergengsi termasuk Benda Prize pada 1977.