Emmanuel Macron menjabat sebagai Presiden Prancis dan ex-officio Pangeran Andorra sejak tanggal 14 Mei 2017 setelah memenangi pemilihan umum. Perjalanan karier politik Emmanuel Macron mencatatkan sejarah penting ketika ia terpilih menjadi Presiden Prancis termuda pada usia 39 tahun.
Lahir di Amiens pada 21 Desember 1977, Macron merupakan putra pertama dari pasangan Jean-Michel Macron dan Françoise Macron-Noguès. Ia menempuh pendidikan tinggi di Lycée Henri-IV Paris, mempelajari Filsafat di Universitas Paris-Nanterre, serta mendalami Urusan Publik di Sciences Po dan École nationale d'administration.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebelum terjun sepenuhnya ke dunia politik, ia sempat bekerja sebagai Inspektur Keuangan di Kementerian Ekonomi Prancis dan berkarier sebagai bankir investor di Rothschild & Cie Banque. Ia kemudian dilantik sebagai Menteri Ekonomi, Pembaruan Industri dan Urusan Digital dalam pemerintahan Manuel Valls pada tahun 2014.
Dalam kehidupan pribadinya, Macron menikah dengan Brigitte Macron pada 20 Oktober 2007 di Le Torquet. Pasangan ini tinggal di Istana Élysée bersama anjing peliharaan mereka dan dikenal memiliki hobi di bidang sepak bola sebagai pendukung klub Olympique de Marseille.
Karier Politik dan Kemenangan Pemilu
Karier politik Emmanuel Macron dimulai ketika ia bergabung dengan Partai Sosialis dari tahun 2006 hingga 2009. Ia juga pernah menjabat sebagai deputi sekretaris jenderal Élysée di bawah kepemintahan Presiden François Hollande.
Pada pemilihan umum Presiden Prancis 2017, ia maju sebagai kandidat dan mengalahkan lawannya Marine Le Pen di putaran kedua dengan meraup suara signifikan. Kemenangan tersebut mengantarkannya menduduki kursi kepresidenan untuk periode pertama.
Ia kembali berhadapan dengan Marine Le Pen dalam pemilu Presiden Prancis 2022 dan kembali keluar sebagai pemenang dengan perolehan suara yang kuat. Berdasarkan Undang-Undang Dasar Prancis 1958, seorang presiden hanya bisa menjabat dua kali berturut-turut.
Selain aktif mengurus negara, Macron juga fasih berbahasa Inggris dan kerap menarik perhatian publik internasional melalui berbagai agenda diplomatik serta kegiatan kenegaraannya di panggung global.