Asal-usul kehidupan di Bumi menyimpan fakta baru yang mengejutkan setelah para ilmuwan menemukan proses evolusi awal terjadi sebanyak dua kali secara independen.
Berdasarkan analisis DNA dan struktur protein, para peneliti dari Heinrich Heine University Düsseldorf menyimpulkan bahwa garis keturunan bakteri dan archaea memisahkan diri sebelum mereka menjadi sel hidup yang mandiri.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Kita melihat dua jenis sel berbeda yang muncul, bakteri perintis dan archaea perintis, membuat upaya pertama mereka untuk hidup di luar ventilasi hidrotermal," ujar peneliti Natalia Mrnjavac.
Selama ini, para peneliti mempercayai konsep Last Universal Common Ancestor atau LUCA sebagai satu organisme tunggal yang menjadi nenek moyang seluruh makhluk hidup di Bumi.
Namun, studi terbaru menunjukkan LUCA mungkin belum layak disebut sebagai makhluk hidup, melainkan kumpulan kode genetik yang memproses bahan kimia di lingkungan kaya sumber daya.
Profesor William Martin menjelaskan bahwa enzim yang mengkatalisis reaksi metabolisme tidak terkonservasi di antara bakteri dan archaea, di mana LUCA hanya memiliki enzim untuk separuh reaksi.
Separuh reaksi metabolisme lainnya ternyata dikatalisis oleh logam yang melimpah di lingkungan purba, seperti palladium, besi, dan nikel, sebelum akhirnya digantikan oleh enzim biologis yang lebih spesifik.