Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming menegaskan bahwa Indonesia harus memastikan kemandirian pangan serta tidak boleh bergantung kepada negara lain. Penegasan tersebut disampaikannya saat membuka acara Pekan Nasional Petani Nelayan atau PENAS XVII Tahun 2026.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam peringatan yang dipusatkan di Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, pada Sabtu, Wapres Gibran menyoroti peran krusial para petani dan nelayan agar Indonesia mampu mencapai kemandirian pangan di tengah dinamika global saat ini.
"Kemandirian pangan seperti yang kita ketahui adalah salah satu program prioritas Bapak Presiden apalagi di tengah konflik geopolitik, perang dagang, perang tarif, negara tidak boleh terlalu bergantung dengan negara lain," ujar Wapres Gibran.
Kendati demikian, ia mengakui bahwa masih terdapat sejumlah tantangan mendasar dalam upaya memastikan ketahanan pangan nasional, terutama yang berkaitan langsung dengan tata kelola sektor pertanian dan perikanan.
"Mulai dari menjaga alih fungsi lahan pertanian, kemudahan petani mendapatkan bibit unggul dan akses permodalan, kepastian offtaker, stabilitas harga, mekanisme pergudangan, penyaluran pupuk subsidi yang efisien dan tepat waktu," kata Gibran menambahkan.
Pada kesempatan yang sama, ia turut menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang telah memangkas 145 regulasi rumit terkait distribusi pupuk demi kelancaran petani.
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian juga telah merevitalisasi serta membangun pabrik pupuk baru beserta penyedia bahan bakunya di berbagai lokasi strategis demi mendongkrak produktivitas nasional.
PENAS XVII Tahun 2026 merupakan ajang temu akbar bagi belasan ribu petani dan nelayan dari seluruh penjuru nusantara yang tahun ini dihelat di Provinsi Gorontalo.
Sebanyak 13 ribu peserta tercatat mengikuti rangkaian acara ini, dengan delegasi luar daerah terbanyak berasal dari Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, hingga Kalimantan Timur.
Acara pembukaan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Wakil Menteri Koordinator Pangan Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf, Wakil Menteri Perhubungan Suntana, serta Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding.