Sebagaimana diwartakan oleh media lokal, dinamika politik menjelang pemilihan kembali memanas setelah pihak keluarga istana mengambil langkah hukum tegas. Pengusaha Fábio Luís Lula da Silva, yang lebih dikenal sebagai Lulinha, resmi melayangkan gugatan hukum di pengadilan setempat.
Berdasarkan laporan media CartaCapital, langkah hukum tersebut diambil untuk merespons peredaran video kampanye dari sejumlah tokoh politik oposisi. Lulinha meminta pengadilan agar memerintahkan penghapusan konten video yang dinilai mencatut namanya secara tidak sah.
Salah satu materi yang dipersoalkan adalah video yang disebarkan oleh Senator Flávio Bolsonaro. Dalam materi tersebut, sang senator menggunakan ilustrasi berbasis kecerdasan buatan untuk mengaitkan nama Lulinha dengan skandal penipuan tunjangan pensiun.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Tidak ada satupun investigasi, dakwaan, ataupun tuduhan resmi yang mengaitkan pihak penggugat dengan kejahatan yang dipersoalkan," ungkap pengacara Marcelo Golfetti selaku kuasa hukum Lulinha sebagaimana dikutip dari pemberitaan tersebut.
Selain perkara dengan Flávio Bolsonaro, pihak Lulinha sebelumnya juga mempermasalahkan materi kampanye digital yang dibuat oleh kubu Gubernur Romeu Zema. Tim hukum menilai narasi yang disebarkan menggunakan teknologi manipulatif demi menyerang posisi politik keluarga presiden.
Menanggapi gugatan tersebut, proses peradilan di tingkat pertama masih terus bergulir untuk mengkaji batasan antara kebebasan berekspresi dalam kampanye politik dan perlindungan hukum atas pencemaran nama baik.