Wali Kota Los Angeles Karen Bass menuai sorotan publik usai video kampanye pencalonannya kembali dirilis dan memperlihatkan penggunaan dana pembayar pajak. Program pencocokan dana tersebut memberikan kelipatan hingga 6 kali lipat dari donasi warga yang memenuhi syarat untuk kampanye politik.
Donasi yang dihimpun dari para pendukung untuk pencalonannya akan digandakan secara signifikan melalui program kota. Langkah ini lantas memicu perdebatan luas di kalangan pengamat serta politisi setempat terkait efisiensi anggaran publik.
Sejumlah pihak melontarkan kritik pedas terhadap mekanisme yang telah berjalan sejak dekade lalu tersebut. Kritik itu menyoroti alokasi dana kota yang dinilai tidak sejalan dengan prioritas penanganan masalah krusial di wilayah perkotaan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDi sisi lain, pendukung kebijakan menyatakan bahwa sistem pendanaan tersebut telah diatur secara resmi dalam regulasi kota. Aturan itu memungkinkan kandidat yang memenuhi kriteria tertentu untuk memanfaatkan program pencocokan dana sumbangan kampanye.
Aturan Pencocokan Dana Kampanye di Los Angeles
Program pencocokan dana kampanye ini sebenarnya telah diterapkan bagi para kandidat wali kota sejak tahun 1990. Batas nilai pencocokan tersebut mengalami penyesuaian secara bertahap hingga mencapai format kelipatan 6 banding 1 pada tahun 2019.
Kandidat yang ingin memanfaatkan fasilitas ini wajib memenuhi sejumlah persyaratan administratif yang ketat. Persyaratan itu mencakup pencapaian jumlah donatur minimum serta penyelenggaraan forum publik bagi para pemilih.
Kendati demikian, transparansi dan efektivitas penggunaan anggaran publik dalam kontestasi politik tetap menjadi isu yang sensitif. Perdebatan mengenai pemanfaatan uang rakyat untuk kepentingan kampanye terus bergulir di tengah masyarakat.
Pemerintah kota belum memberikan tanggapan resmi terkait gelombang kritik yang dialamatkan kepada petahana tersebut. Publik menantikan langkah lanjutan dari tim kampanye dalam merespons polemik anggaran yang sedang memanas.