Celah keamanan ShieldBreak mengancam keamanan pengguna sistem operasi Windows 11 setelah peneliti anonim berjuluk Nightmare Eclipse merilis eksploitasi zero-day terbarunya tepat beberapa jam setelah pembaruan Patch Tuesday bulanan dirilis oleh Microsoft.
Berdasarkan analisis Kabayan News, kerentanan baru berjenis eskalasi hak istimewa lokal tersebut memungkinkan pelaku ancaman mendapatkan hak akses tingkat SYSTEM secara penuh pada perangkat rentan tanpa memandang apakah sistem tersebut telah menginstal patch keamanan terkini.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDalam pengumumannya melalui platform GitHub, peneliti tersebut mengeklaim bahwa kerentanan ShieldBreak mempunyai tingkat keberhasilan sempurna serta berfungsi sebagai jalan pintas untuk mem-bypass perbaikan patch sebelumnya yang dikenal dengan nama RoguePlanet.
Menanggapi laporan eksploitasi tersebut, pihak Microsoft menyatakan pihaknya sedang menyelidiki validitas temuan secara aktif dan tetap berkomitmen penuh melindungi pelanggan melalui program pengungkapan kerentanan terkoordinasi sesuai standar industri.
Sementara itu, pengamat keamanan siber Kevin Beaumont mengonfirmasi bahwa eksploitasi ShieldBreak terbukti berfungsi dengan baik pada versi terbaru Windows 11 meskipun mekanisme kerjanya berbeda dari temuan celah keamanan sebelumnya.