Data Protection Commission (DPC) menggelontorkan dana sebesar 615.000 euro untuk membiayai kampanye viral sharenting guna memperingatkan para orang tua mengenai bahaya membagikan foto serta informasi pribadi anak di internet. Berdasarkan laporan Irish Examiner, kampanye bertajuk "Pause Before You Post" tersebut menampilkan seorang anak perempuan yang dihampiri oleh orang asing mengetahui detail intim kehidupannya.
Dari analisis Kabayan News, alokasi anggaran tersebut mencakup 217.000 euro untuk penayangan iklan televisi, bioskop, serta layanan video on demand. Selain itu, DPC mengeluarkan 14.375 euro khusus untuk iklan berbayar media sosial sejak diluncurkan secara nasional pada November lalu dalam acara Late Late Toy Show.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDokumen internal bisnis mencatat bahwa praktik sharenting membuka celah penyalahgunaan foto anak termasuk melalui teknologi kecerdasan buatan. Informasi diunggah orang tua secara polos tanpa sengaja memberikan peta jalan mengenai keberadaan, rutinitas, hingga minat anak kepada pihak berniat jahat.
Kampanye masif tersebut mencatat pencapaian luar biasa dengan menembus lebih dari 150 juta penayangan secara global, termasuk 45 juta penayangan lewat saluran media sosial resmi DPC. Iklan itu juga disaksikan lebih dari satu juta penonton bioskop di Irlandia selama masa penayangan enam pekan.
Evaluasi lanjutan menunjukkan tujuh dari sepuluh orang tua anak sekolah dasar di Irlandia menyaksikan iklan layanan masyarakat tersebut dalam berbagai bentuk. DPC menyebut pencapaian itu menjadikannya iklan asal Irlandia paling banyak ditonton selama kurun waktu lima tahun terakhir.
Rencana anggaran awal memperlihatkan estimasi biaya produksi video sebesar 250.000 euro dan 350.000 euro untuk pembelian ruang penyiaran. Sisa dana dialokasikan untuk survei sikap publik guna mengukur prevalensi praktik sharenting di Irlandia serta Prancis.