Keamanan siber global kembali mendapat sorotan tajam setelah para peneliti membongkar berbagai kerentanan kritis yang mengancam platform populer seperti macOS, ChatGPT, hingga Microsoft Defender. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, serangkaian temuan terbaru dalam konferensi keamanan Black Hat membuktikan bahwa tidak ada satu pun platform teknologi yang benar-benar kebal dari ancaman peretasan canggih.
Salah satu temuan paling mencolok dilaporkan oleh peneliti dari Palo Alto Networks, Simcha Kosman, yang berhasil mendemonstrasikan serangan terhadap lingkungan sandbox aman milik OpenAI untuk ChatGPT. Sebagaimana dilaporkan dalam temuan tersebut, peneliti mampu melewati pengawas LLM sepenuhnya dan mendapatkan akses root persisten ke dalam sandbox, meski OpenAI telah menyatakan apresiasi atas temuan guna memperketat sistem mereka.
Ancaman serupa juga menghantui pengguna komputer apel setelah para peneliti dari Huntress menemukan varian malware baru yang secara agresif menargetkan macOS. Mengutip laporan industri keamanan, malware tersebut memanfaatkan trik rekayasa sosial berupa CAPTCHA palsu untuk mengelabui korban agar menjalankan perintah berbahaya di terminal demi menguras saldo dompet kripto.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain perangkat pribadi, infrastruktur publik di berbagai belahan dunia turut menjadi sasaran empuk kelompok peretas sepanjang pekan ini. Serangan ransomware tercatat melumpuhkan server Kementerian Kehakiman Kolombia menjelang pelantikan presiden baru, sementara insiden serupa memaksa Suisun City di California mendeklarasikan darurat lokal akibat lumpuhnya layanan darurat 911.