Modus penipuan siber baru memanfaatkan kepopuleran film terbaru The Odyssey untuk menjebak para pencinta film melalui situs streaming palsu yang menawarkan akses gratis. Berdasarkan laporan keamanan siber, para pelaku kejahatan sengaja membuat situs tiruan lengkap dengan ulasan palsu demi mengelabui korban agar menyerahkan data pribadi serta informasi perbankan.
Mengutip laporan Kaspersky, penjahat siber kerap menggunakan iklan pop-up atau hasil mesin pencari untuk menarik perhatian pengguna internet yang penasaran ingin menonton film box office tersebut. Pengguna yang tergiur diminta melakukan registrasi dengan alasan uji coba gratis, sebelum akhirnya diarahkan memasukkan nomor rekening bank.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan analisis awak media, kampanye penipuan ini dirancang sangat meyakinkan dengan menyesuaikan bahasa situs berdasarkan lokasi geografis korban serta menyediakan opsi sulih suara. Badan kampanye anti-pembajakan asal Inggris, BeStreamWise, memperingatkan bahwa siapa pun yang menyerahkan data pribadi rentan menjadi target kejahatan berulang.
"Criminals are quick to exploit excitement around major releases, such as The Odyssey, using fake streaming links and websites to trick people into handing over personal information and exposing themselves to fraud," demikian pernyataan lembaga tersebut dikutip dari laporan The Guardian.
Selain ancaman pencurian uang dari rekening, pakar keamanan siber mengingatkan bahwa akses ke situs ilegal berisiko tinggi menginfeksi komputer dengan malware berbahaya. Pengguna disarankan selalu memeriksa alamat URL secara teliti dan hanya menikmati hiburan melalui platform resmi demi menjaga keamanan data pribadi.