Presiden Prabowo Subianto ternyata telah lama memiliki impian besar untuk membawa rakyat Indonesia mencapai kemakmuran tertinggi. Jauh sebelum menduduki kursi kepresidenan, Prabowo sudah bercita-cita agar taraf hidup masyarakat Indonesia bisa bersaing dan tidak kalah dari kualitas hidup warga Singapura.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Hal tersebut diungkapkan oleh Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, Dirgayuza Setiawan. Lewat keterangan tertulisnya, ia mengenang kembali percakapan mendalam bersama Prabowo saat mereka sedang berjalan santai di kawasan Gardens by the Bay, Singapura, pada 24 September 2012 silam.
"Saya tidak akan pernah lupa. 24 September 2012. Hari itu sangat terik. Tapi kami tidak merasa panas. Di foto ini saya berjalan bersama Pak Prabowo di Gardens by the Bay, Singapura. Taman futuristik seluas 100 hektare itu baru beberapa bulan diresmikan," ujar Dirgayuza mengenang momen bersejarah tersebut pada Sabtu (18/7/2026).
Saat melihat deretan Supertrees raksasa dan kubah kaca terbesar di dunia, Gardens by the Bay bertransformasi menjadi ikon baru Singapura. Tempat ini menjadi simbol nyata bagaimana sebuah negara kecil yang minim sumber daya alam justru mampu membangun salah satu ruang publik paling terkenal dan mengagumkan di dunia.
Sembari menikmati pemandangan ke arah Marina Bay, Prabowo melontarkan sebuah kalimat yang terus tertanam di benak Dirgayuza hingga saat ini. "Yuza. Saya ingin rakyat Indonesia segera punya taraf hidup yang tidak kalah dengan rakyat Singapura," ucap Prabowo seperti ditirukan oleh Dirgayuza.
Dirgayuza mengakui bahwa barangkali banyak politisi di Indonesia yang pernah melontarkan kalimat atau janji serupa. Namun, alasan utama mengapa dirinya terus mengingat ucapan tersebut selama 14 tahun berikutnya adalah karena penjelasan visioner yang disampaikan Prabowo sesaat setelah kalimat itu terucap.
"Beliau mengatakan bahwa untuk mencapai itu, Indonesia membutuhkan decisive leadership. Kepemimpinan yang berani mengambil keputusan," tutur Dirgayuza menutup kisahnya mengenai komitmen kuat sang presiden dalam menghapus kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan nasional.