Pemerintah Korea secara resmi mengakui tiga teknologi medis baru meliputi tes mutasi kuantitatif JAK2 V617F, asesmen kognitif terkomputerisasi, dan perawatan fibrin kaya trombosit autologus.
Berdasarkan pengamatan Kabayan News, pengakuan tersebut ditetapkan setelah Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan melalui komite penilaian mengonfirmasi tingkat keamanan serta efektivitas teknologi medis tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebagaimana dilaporkan oleh National Evidence-based Healthcare Collaborating Agency, tes mutasi JAK2 V617F ditujukan bagi pasien neoplasma mieloproliferatif dengan menganalisis sampel darah menggunakan metode reaksi berantai polimerase.
Selain itu, asesmen kognitif terkomputerisasi menggunakan komputer tablet turut disetujui guna mengevaluasi fungsi kognitif pasien berusia 50 hingga 90 tahun yang mengalami indikasi gangguan kognitif.
Prosedur perawatan fibrin kaya trombosit autologus setelah pengangkatan kista rahang juga melengkapi daftar inovasi teknologi kesehatan yang baru disahkan di negara tersebut.
Mengutip laporan resmi, sistem penilaian teknologi kesehatan baru di Korea telah diterapkan sejak tahun 2007 guna mencegah penggunaan prosedur medis yang belum terverifikasi secara klinis.