Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Dokter Serukan Pengecualian Evaluasi...
BERITA

Dokter Serukan Pengecualian Evaluasi Biaya Obat Penyelamat Hidup

By Redaksi Kabayan News • 1 min read • 11 Agustus 2026
Ilustrasi penelitian medis dan obat penyakit langka di rumah sakit

Ilustrasi penelitian medis dan obat penyakit langka di rumah sakit

Obat-obatan esensial untuk penyakit langka dan sulit disembuhkan yang menentukan hidup mati pasien didesak agar dibebaskan dari evaluasi efektivitas biaya dalam proses penggantian biaya kesehatan nasional. Pengamatan Kabayan News menunjukkan bahwa seruan ini disampaikan guna mempercepat akses pengobatan bagi para pasien.

Profesor Chung Wook-jin dari Departemen Kardiologi Gachon University Gil Medical Center menyampaikan pandangan tersebut saat tampil dalam program YouTube Angel Spoon TV milik Korean Organization for Rare Diseases. Menurut analisis Kabayan News, sistem evaluasi saat ini dinilai lamban dan menghambat akses obat penyelamat hidup.

"Obat esensial untuk mengobati penyakit langka harus dikecualikan dari evaluasi efektivitas biaya," kata Profesor Chung. Ia mencontohkan obat sotatercept untuk hipertensi arteri pulmonal yang masih harus melalui proses panjang di Korea Selatan.

Chung mengkritik sistem penggantian biaya di negaranya yang tertinggal jauh dibandingkan negara lain dalam penyediaan pengobatan krusial. "Kami melakukan evaluasi efektivitas biaya pada obat yang sudah diperkenalkan di negara lain bertahun-tahun lalu," ujarnya.

Ia berharap pemerintah mampu menciptakan lingkungan layanan kesehatan lebih baik sehingga para dokter spesialis dapat memberikan perawatan maksimal berdasarkan bukti klinis tingkat tinggi.

Topics
chung wook-jin kesehatan obat penyakit langka rumah sakit korea selatan
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.