Valve memberikan peringatan penting kepada para pelanggan Steam Machine di kawasan Eropa menyusul insiden serangan siber yang menimpa mitra pengiriman mereka, CEVA Logistics.
Berdasarkan laporan media teknologi, insiden peretasan tersebut berpotensi mengekspos data pesanan pembeli termasuk nama lengkap, nomor telepon, alamat email, hingga alamat pengiriman.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePihak Valve menyebutkan bahwa aktivitas mencurigakan pertama kali terdeteksi oleh CEVA Logistics antara tanggal 29 Juli hingga 1 Agustus sebelum akhirnya melaporkan potensi pencurian data tersebut.
Meskipun jumlah pasti korban terdampak belum diungkapkan secara rinci, serangan siber ini turut berdampak pada beberapa perusahaan besar Eropa lainnya yang bekerja sama dengan perusahaan logistik tersebut.
Valve memastikan bahwa insiden keamanan ini sama sekali tidak menyentuh sistem akun Steam, informasi pembayaran, ataupun jaringan distribusi permainan digital milik pengguna.
Manajemen CEVA Logistics langsung mengambil langkah cepat dengan mengisolasi sistem terdampak, memutuskan sambungan server, serta menggandeng tim investigasi independen untuk mengusut tuntas kasus ini.
Dari analisis Kabayan News, kebocoran informasi pribadi semacam ini memicu kekhawatiran besar karena rentan disalahgunakan oleh pihak tak bertanggung jawab untuk melancarkan penipuan berkedok pengiriman barang.
Valve mengimbau seluruh pengguna terdampak agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap pesan singkat, panggilan telepon, maupun tautan mencurigakan yang mengatasnamakan layanan pelanggan.