Ekspansi semesta tidak berjalan sesuai dugaan para ilmuwan selama ini setelah sebuah riset terbaru memicu perdebatan besar dalam dunia kosmologi modern. Berdasarkan laporan Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, percepatan alam semesta diduga bukan disebabkan oleh fenomena universal seperti materi gelap.
Selama dua dekade terakhir, para astronom meyakini semesta mengembang secara cepat berkat pengamatan supernova tipe Ia. Ledakan bintang tersebut berfungsi sebagai penanda jarak kosmik karena memiliki pola cahaya yang dapat diprediksi secara akurat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeNamun, analisis terbaru menunjukkan bahwa interpretasi jarak supernova bisa saja keliru akibat posisi serta gerakan lokal tata surya di ruang angkasa. Bumi diperkirakan berada dalam aliran kosmik besar yang menciptakan bias terarah pada pengukuran.
Subir Sarkar selaku kosmolog sekaligus penulis studi menjelaskan bahwa percepatan kosmik dari supernova tipe Ia berpotensi bersifat ilusori. Menurut pengamatan tim redaksi, temuan ini menuntut para ilmuwan meninjau ulang model standar kosmologi yang selama ini diagungkan.
Berdasarkan kajian mendalam para ahli, efek gerakan galaksi sekitar mampu memengaruhi cara pandang manusia terhadap struktur skala besar alam semesta. Apabila hipotesis ini terbukti benar, buku teks mengenai fisika kosmik harus ditulis ulang secara drastis.