Wilayah Aragón memperkuat komitmen menjaga keanekaragaman hayati pertanian melalui operasional Banco de Germoplasma Hortícola di Centro de Investigación y Tecnología Agroalimentaria atau CITA di Zaragoza. Fasilitas tersebut mendedikasikan diri untuk melindungi warisan botani lokal dengan mengamankan belasan ribu sampel benih sayuran serta polong-polongan dari ancaman kepunahan varietas liar.
Baru-baru ini, sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh kepala bank germoplasma Cristina Mallor menjalankan kampanye pengumpulan benih liar baru bekerja sama dengan Centre for Genetic Resources atau CGN dari Wageningen, Belanda. Ekspedisi strategis ini melibatkan teknisi penelitian Ana Isabel Marí León serta penanggung jawab tanaman CGN Wouter Groenink.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKeberhasilan kerja lapangan turut didukung oleh botani lokal Javier Varela asal Alcañiz dan José Vicente Ferrández asal Monzón. Berdasarkan laporan pemerintah daerah, penguasaan mendalam mengenai karakteristik wilayah membantu tim mengatasi tantangan kondisi cuaca serta menemukan populasi target.
Tim ekspedisi berhasil mengumpulkan 29 sampel tanaman dari enam genus dan setidaknya 14 spesies berbeda sepanjang kampanye berlangsung. Varietas tersebut mencakup genus Valerianella atau dikenal sebagai canónigos, bersama spesies penting seperti bawang atau Allium, bit atau Beta, wortel atau Daucus, arugula atau Eruca, serta mustard atau Sinapis.
"Tindakan ini bukan sekadar menyimpan benih, melainkan memastikan keragaman genetik tersedia bagi pertanian masa depan, riset, serta adaptasi tanaman menghadapi perubahan lingkungan," ujar Cristina Mallor menjelaskan urgensi kampanye tersebut.
Kerja sama lintas negara bersama pusat sumber daya genetik Belanda memberikan strategi krusial dalam melestarikan kerabat liar tanaman budidaya. Sumber daya tersebut sangat esensial untuk mengidentifikasi ketahanan tanaman terhadap cekaman kekeringan, suhu ekstrem, maupun penyakit baru.
Sampel benih yang terkumpul dalam misi kali ini memerlukan proses multiplikasi di fasilitas Belanda karena jumlahnya belum mencukupi untuk konservasi jangka panjang langsung. Hasil perbanyakan tersebut nantinya dibagi rata untuk menjamin ketersediaan jangka panjang di kedua bank benih.
Langkah pelestarian ini semakin mendesak di tengah minimnya pendanaan nasional khusus untuk bank benih, sehingga kolaborasi internasional menjadi pilar utama mempertahankan kelangsungan koleksi berharga.