Dilema sosial kerap menghampiri seseorang ketika memasuki usia matang namun enggan merayakan hari ulang tahunnya. Berdasarkan laporan media Information, sebuah rubrik tanya jawab menyoroti keresahan seorang individu berusia 50 tahun yang merasa tidak nyaman menjadi pusat perhatian.
Dalam rubrik tersebut, penanya mengungkapkan bahwa dirinya selalu mangkir dari tradisi membuat pesta besar atau perayaan pernikahan. Alasannya sederhana, ia mengaku mengalami kecemasan tersendiri saat harus memikul tanggung jawab menjaga energi positif para tamu di dalam sebuah acara.
Namun, persoalan pelik muncul karena selama tiga dekade terakhir, ia kerap menerima undangan perayaan dari keluarga serta sahabat terdekatnya. Kondisi ini lantas menimbulkan rasa bersalah, apakah sikapnya yang enggan membalas undangan tersebut dapat dikategorikan sebagai tindakan pelit atau egois.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip ulasan penasihat rubrik tersebut, ekosistem perayaan sosial pada dasarnya sangat bergantung pada partisipasi aktif dan kemauan setiap orang untuk saling memberi. Meskipun tidak harus selalu menggelar pesta mewah, menemukan cara alternatif untuk mengapresiasi relasi pertemanan tetap menjadi kunci menjaga keharmonisan sosial.